Jumat, 31 Maret 2017
Kamis, 20 Oktober 2016
Catatan Untuk Na’im.
Catatan Untuk Na’im.
Na’im, adalah teman sekaligus menjadi sahabat saya. Dia kreatif ketika masih kondisi normal/biasa-biasa saja dalam arti layak dan pinter seperti pemuda pada umumnya. Bahrun na’im 33 th nama lengkapnya. Dia anak bungsu dari dua bersaudara, Yakni Abd. Rohim, 45th. kakaknya, yang bernasib sama. Yaitu sama – sama keterbelakangan mental. Naim, panggilanya, yang berwajah ganteng, lembut. Sedang kakaknya Abd. Rohim berpawakan gagah badanya kekar. Namun dua bersaudara ini sekarang sudah tidak lagi seperti dulu,
Naim kini jadi seorang pemuda yang hanya berdiam diri dirumah yang kondisi rumah saat ini sudah rapuh dan tidak terawat lagi, karena pada tahun 2012 yang lalu terkena gangguan mental yang sampai saat ini belum bisa disembuhkan. Saya pun sudah sering melakukan sesuatu yang bisa memulihkan ingatan, namun belum berhasil juga. Sedang kakaknya Abd. Rohim dalam keseharianya hanya bisa menelusuri jalan berpaping, yang sudah tidak lagi memperdulikan hujan, dingin dan teriknya panas kota Bojonegoro.
Kedua pemuda ini sebelumnya adalah anak yang kreatif. Naim yang pendiam, ramah, rajin dan murah senyum, polos yang berprofesi sebagai tukang ukir khas jepara, bahkan buah karyanya sampai Bali dan sepengetahuan saya, karyanya sampai pernah dikirim ke luar negeri. Sedangkanya Abd. Rohim kakaknya, dulu pernah sebagai tukang penjual manisan, pengamen di bis jurusan Bojonegoro – Surabaya. Dia mempunyai anak satu perempuan, namun sekarang sudah tidak jelas keberadaan anak dan istrinya tersebut.
Rohim pernah mengalami goncangan jiwa semenjak bercita-cita menjadi tentara namun gagal. Sehingga membuat keadaanya seperti sekarang.
Dalam keseharian mereka berdua ditemani seoarang Ibu yang bernama “ Maemunah” 67 th, beliau dulu sekira tahun 7oan berprofesi sebagai tukang rias pengantin jawa kuno, semenjak saya masih kecil kurang lebih 40 tahun yang lalu.
Si ibu lah yang sampai saat ini menghidupi ke dua anak tersebut. Meskipun saat ini tidak ada
pekerjaan tetap, dia tidak mempunyai sawah atau ladang. Dalam mencukupi kebutuhanya, si Ibu tidak pernah meminta, tapi masih selalu berusaha dengan mencari gedebong pisang yang dikeringkan untuk dibuat tampar lalu dijual, untuk bisa bertahan, apalagi masih dibebani dua anaknya yang belum bisa membahagiaanya sampai saat ini. Si Ibu sudah mulai renta, berbadan kurus yang harus menanggung beban hidup sendiri semenjak ditinggal suaminya kurang lebih 15 th silam. ahirnya si ibu harus tinggal menyendiri di (empokan) belakang rumah saudaranya dia bawah pohon bambu yang mengelilingi rumah tersebut. saudaranya tersebut juga seoarang janda yang sudah tua. Namun kehidupannya masih terjamin karena mempunyai tiga anak laki-laki yang masih perduli dengan nenek tersebut. Beda dengan kondisi Ibu Maemonah saat ini.
Meskipun di era sekarang setiap sudut jalan desa, rumah semuanya sudah terang, namun dalam keseharianya naim ini hidup selalu dalam gelap. Pernah dahulu dipasang listrik untuk menerangi rumahnya, tapi semuanya diambilnya memakai tangan meskipun kabel-kabel masih teraliri listrik. karena saat tersebut ia dalam kondisi tidak stabil. Naim dan kakaknya tersebut disebabkan karena cita-cita belum tercapai sehingga menjadi stres tersebut. Kalau Na'im, meskipun dalam kondisi stres dia tetap melakukan kewajibanya sebagai seorang muslim, sembahyang, puasa dan ke masjid tiap hari jum'at.
Senin, 11 Juli 2016
HUBUNGAN ORANG TUA DENGAN ANAK - ANAKNYA
RENUNGAN PAGI
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
(Insya Allah baik utk anak2 kita maupun utk kita sendiri )
Anak-anakku.
Ada kehawatiran besar setiap orang tua:
di saat tua,
di saat daya melemah,
di saat anak-anak semakin sibuk.
Kesenjangan
diawali dari merenggangnya komunikasi...,
terjadinya perbedaan alam pikir yg menjauh...,
dan sulitnya saling memahami,
yg mungkin sekarang belum terbayang oleh kalian semua..
tapi itu akan terjadi...!!!
Kelak ... pada saatnya kami hanya bisa berdoa dan berlinang air mata.
mengiringi semua kekhawatiran yg menyelimuti hati kami.
Yang kami khawatirkan adalah keselamatan kalian, juga syakaratul maut kami.
"Akan adakah anak-anak tercinta menggumamkan kalimat Talkin mengiringi perjalanan kami pulang ke haribaan-Nya
saat syakaratul maut" ??
Saat ini kami sangat ingin
komunikasi antara kita berjalan mesra..., ramah.., penuh rasa rindu...& canda ria.
Kami berharap komunikasi kita membuat kita saling paham memahami.
Memang kebersamaan kita hanya sebentar.
Hanya ±30 tahunan,
Sisanya kalian akan bersama Insya Allah dengan pasangan kalian masing2 sampai akhir hayat kalian.
Rasanya sangat sebentar,
belum cukup kita berbagi rasa dalam waktu 30 tahunan itu.
Tapi mudah2an komunikasi yg kita bangun sekarang ini bisa memperpanjang kebersamaan rohani kita & mengecilkan rasa khawatir yg selalu ada di hati kami.
Anak-anakku ......
Jaga Shalat kalian,
Jaga Shodaqoh kalian,
Selalu Berbuat Baik,
Jangan pernah letih & malas untuk mendekatkan diri kpd Allah Swt
Berdoa lah selalu utk orang tuamu setiap selesai shalat....
Allahummaghfirlii waliwalidayya war hamhuma kama robbayanii shaghiro 3x
Berbuatlah yg bisa membuat Orang Tua kalian berbahagia di Alam Barzah dan Akhirat kelak...Aamiin.
Kami titipkan masa depan Akhirat kami kepada Akhlaq Mulia kalian.
Maha Suci Allah Swt
Aamiin yaa Rabbal Aalamiin.
Copas status Yai Mahsun/Gus Syarifuddin
Anak-anakku.
Ada kehawatiran besar setiap orang tua:
di saat tua,
di saat daya melemah,
di saat anak-anak semakin sibuk.
Kesenjangan
diawali dari merenggangnya komunikasi...,
terjadinya perbedaan alam pikir yg menjauh...,
dan sulitnya saling memahami,
yg mungkin sekarang belum terbayang oleh kalian semua..
tapi itu akan terjadi...!!!
Kelak ... pada saatnya kami hanya bisa berdoa dan berlinang air mata.
mengiringi semua kekhawatiran yg menyelimuti hati kami.
Yang kami khawatirkan adalah keselamatan kalian, juga syakaratul maut kami.
"Akan adakah anak-anak tercinta menggumamkan kalimat Talkin mengiringi perjalanan kami pulang ke haribaan-Nya
saat syakaratul maut" ??
Saat ini kami sangat ingin
komunikasi antara kita berjalan mesra..., ramah.., penuh rasa rindu...& canda ria.
Kami berharap komunikasi kita membuat kita saling paham memahami.
Memang kebersamaan kita hanya sebentar.
Hanya ±30 tahunan,
Sisanya kalian akan bersama Insya Allah dengan pasangan kalian masing2 sampai akhir hayat kalian.
Rasanya sangat sebentar,
belum cukup kita berbagi rasa dalam waktu 30 tahunan itu.
Tapi mudah2an komunikasi yg kita bangun sekarang ini bisa memperpanjang kebersamaan rohani kita & mengecilkan rasa khawatir yg selalu ada di hati kami.
Anak-anakku ......
Jaga Shalat kalian,
Jaga Shodaqoh kalian,
Selalu Berbuat Baik,
Jangan pernah letih & malas untuk mendekatkan diri kpd Allah Swt
Berdoa lah selalu utk orang tuamu setiap selesai shalat....
Allahummaghfirlii waliwalidayya war hamhuma kama robbayanii shaghiro 3x
Berbuatlah yg bisa membuat Orang Tua kalian berbahagia di Alam Barzah dan Akhirat kelak...Aamiin.
Kami titipkan masa depan Akhirat kami kepada Akhlaq Mulia kalian.
Maha Suci Allah Swt
Aamiin yaa Rabbal Aalamiin.
Copas status Yai Mahsun/Gus Syarifuddin
Minggu, 06 Maret 2016
Dia datang meskipun tak di undang,,
Tapi maaf, aku blm bisa merawatmu, sperti yang kau inginkan...
Terkadang aku merasa sedih, saat melihatmu kurus, seperti penyakitan..
Meskipun adikku seorang mantri dan bidan..
Tapi dia kurang tau tentang penyakit hewan,,
Padahal pagi, siang, malam, slalu ku beri makan,
Aku tdak tega jika harus membuangmu dijalanan,,
Seperti yang mereka lakukan,,
Meskipun kau bukan seperti mereka, yang diperjual belikan,,,
yang punya paras cantik & menawan...
Dia merawat sambil mencari keuntungan,,
Namun, ku tetap sayang,, pada kalian..
Yang kecil2 kuberi nama VIDI, VINi, VISI,
Maaf !! Mungkin nama pembca ada yg menyerupai...
Neneknya kuberi nama Lamsiyati...
Mereka selalu mengerti, seakan tau isi hati, yg punyai..
Sering mereka menyertai, seperti mengantar dan menjemput kala ku pergi...
Ada 7 ekor kucingku saat ini...
Yang 2 mungkin lagi tidur kali...
Yuuk!!!....
Yang punya kucing, jangan meyakiti,,
meski terkadang menyebalkan ati,,
kala pipis dan ngleuarin........
#kita sayangi yang ada dibumi..
Setidaknya masih ada tempat untuk berbagi..
Jumat, 10 Juli 2015
Tragedi Kang Prabu
Oleh : Agiels Sudarmaji.
Edisi ini saya akan menulis tentang musibah yang menimpa Kang Prabu , Namun saya menulis dengan versi saya sendiri, bukan saya kemas seperti pemberitaan di media cetak atau elektronik yang lain, yang terkadang beritanya berbeda - beda.
Allah tidak akan member ikan ujian atau cobaan diluar kemampuan hambanya. Seperti yang sudah tertulis dalam Al-Qur’an : Bismillaahirrohmaanirrohiim.
"Laa Yukallifullooha Nafsan Illa Wus ‘ahaa..”
yang artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan Sesuai dengan kesanggupanya
( Al-Baqoroh: 286 ) Dalam ayat ini dijelaskan, bahwasanya apapun cobaannya, apapun ujiannya, apapun kejadiannya, Semua itu diberikan berdasarkan ukuran kemampuan hambanya. Allah tidak akan memberikan cobaan dan ujian yang besar dan melebihi kemampuan hambanya melainkan hanya yang mampu dilalui hambanya, sebagaimana firman Allah tersebut. Akan tetapi, semua itu tergantung bagaimana cara hamba Allah menghadapinya. Jika cobaan dan ujian itu dihadapi dengan emosional, tempramen, dan penuh kemarahan (tanpa ketaatan kepada Allah), niscaya cobaan dan ujian itu akan terasa berat dan sangat sulit dalam menjalaninya. Dan jika cobaan serta ujian itu dihadapi dan diselesaikan dengan penuh ikhlas dan ketaatan kepada Allah, maka kemudahan dan kelapanganlah yang kita dapatkan dalam menghadapinya. Sebagai pengingat saya sendiri, dari penjelasan diatas, dapat kita lihat bahwa cobaan dan ujian akan terasa berat tanpa ketaatan kepada Allah.
Insya Allah dalam menyikapi musibah ini Kang Prabu atau Mas Prapto ( nama aslinya), bisa menyikapi dengan tenang sabar, seperti figure Kang Prabu yang selalu menda’wahkan tentang keikhlasan dan kesabaran. Meskipun pada awal berdakwah terkadang menuai pro dan kontra. Namun ternyata setelah melejit namanya sebagai penyiar dan pendakwah, ahirnya Kang Prabu bisa diterima di Masyarakat sebagai sosok penyiar sekaligus pendakwah yang terkenal untuk skala Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya, dengan rating fans terbanyak. Karena dalam kemasan gaya bahasa bojonegoran yang khas itulah dalam siaran Kang Prabu semakin dikenal.
Hari Jum’at, 10 Juli 2015, bertepatan dengan bulan puasa ramadhan 1436 H hari ke 23, yang mana Mobil Taft putih yang dikendarai Kang Prabu menabrak trotoar dan menghantam seorang pedagang es degan sampai tewas. Dalam pemberitaan media diduga, kecelakaan lalu lintas tunggal itu terjadi karena Kang Prabu/ sopir mengantuk.Bersamaan itu pula saya datang dilokasi, namun Kang Prabu sudah dibawa ke kantor satlantas untuk proses lebih jauh.
Kasatlantas Polres Bojonegoro, AKP Anggi Saputra Ibrahim saat saya temui mengatakan seperti video diatas. Akibat kecelakaan itu, pedagang es degan, Heri Eko Sasmito meninggal saat akan dibawa ke rumah sakit. Sedangkan mobil Kang Prabu bernopol S 1067 AK yang terguling di tengah jalan juga sudah dibetulkan bersama warga dan simpatisan lain yang mendengar bahwa kang Prabu mengalami kecelakaan. Sementara itu, Kang Prabu langsung berada di Ponpes Ar Rahmat Jl. Untung Suropati Bojonegoro untuk menenangkan diri. Kebetulan lokasi kejadian depan PonPes tersebut. Guna pemeriksaan lebih lanjut, kendaraan segera dievakuasi dan Kang Prabu di bawa ke kantor Sat Lantas Polres Bojonegoro.
Nah, kalo saya sendiri menafsiri bahwa semua yang terjadi adalah wujud kasih sayang Allah kepada hambanya. Apapun versinya hanya Allah yang mengerti dibalik semua yang dikehendakiNya, baik kepada Kang Prabu atau si korban dan keluarganya. Terkadang kita merencanakan sesatu yang kita anggap itu baik bagi kita, ternyata Allah mentaqdirkan lain, Sebaliknya, terkadang yang tidak kita rencanakan sebelumnya, Allah memberikan lain dari kehendak kita.
Sahabat,, apapun yang terjadi pada kehidupan kita, baik manis atau pun pahit, enak atau pun tidak enak yang kita rasa, mari kita terima dengan lapang dada dan ikhlas tawakkal, kita serahkan semuanya kepada Allah SWT. Semoga Ramadhan bulan ini semakin menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT, Aamiin. Walloohu A’lam. *** Agiels.
Sabtu, 02 Mei 2015
Untuk Penyiar Radio Pemula
Untuk Penyiar Radio Pemula
Oleh : Agiels Sudarmaji - otodidak
Salam silaturrahiim bagi bagi pecinta broadcasting. Sedikit
saya berbagi ilmu tentang pola siarang radio, terutama bagi pemula yang masih
awam tentang penyiaran dan gaya
siar radio. Semoga bermanfaat.To The Point, Bagi seorang penyiar radio
professional akan memmperhatikan beberapa hal yang wajib dilakukan sebelum
melakukan siaran. Karena perlu diketahui satu kata akan didengarkan ribuan
pendengar, baik pendengar radio aktif, pasif, serta orang radio yang sudah sesuatu hal yang sangat vital, itupun akan sangat
berpengaruh terhadap citra radio itu sendiri.
Bagi seorang pemula, sebelum
melakukan siaran harus konfirmasi terhadap kepala yang membidangi dalam radio
tersebut, karena didalam siaran dituntut untuk professional. Kecuali radio
tersebut radio mainan/amatiran yang
dibuat belajar. Karena dalam sebuah siaran baik televise radio/yang sudah
mengudara tidak ada istilah penyiar itu belajar.
berpengalaman. Karena walau bagaimanapun kemasan acara atau gaya penyiaran akan
berpengaruh dengan citra radio itu sendiri.
Langkah – langkah
sebelum siaran
Disaat akan melakukan
siaran, penyiar harus menyiapkan materi yang akan disiarkan dengan matang. Bagi
pembaca berita /pemateri.
Wajib datang sebelum
jam acara yang ditenyukan. Minimal 15 menit.
Penyiar undur diri/pamit 5 menit minimal sebelum titik 0 (
untuk acara kajian dan dialog interaktif ), 10 menit ( untuk acara request )
karena ada jeda lagu dan iklan.
Istiqomah, tepat
waktu. harus menghubungi penyiar lain
jika ada halangan dijalan /telat datang.
Seorang penyiar wajib taat terhadap aturan siaran yang
ditentukan oleh kepala yang membidangi penyiaran.
Menggunakan bahasa yang baik, benar, sopan.
Penyiar kajian/pemateri tidak diperkanankan membunyikan HP
apalgi menerima Telp pribadi. Hal tersebut akan lebih fatal jika menerima
telpon disaat siaran. Kecuali acara request. Berpengaruh terhadap karakter kita
dan radio.
Vokus didepan microphone, dalam menyapa pendengar.
Penyiar tidak diperbolehkan mengotak-atik mixer yang sudah
di stel petugas.
**. Menghadirkan
selingan lagu yang sopan sesuai dengan radio (komunitas kita)
1. Penyiar dilarang
berbicara dengan orang lain, kecuali saat lagu diputar, serta wajib
mematikan tombol
mix. ( biasanya penyiar seringa lalai hal tersebut)
2. Menyimpang disaat
memberikan materi tidak diperbolehkan.
3. konsultasikan
kepada penanggung jawab siar, jika terjadi kerancauan dalam melakukan
siaran, dalam arti
ada perangkat lain yang tidak berfungsi.
4. Bisa membawa
diri. Artinya disaat melakukan siaran, apapun permasalahan yang terjadi diluar,
urusan
pribadi/ rumah tangga tidak boleh berpengaruh pada pola siaran kita.
5. Wajib konfirmasi
jika berhalangan hadir, minimal 1 jam.
Sedikit tulisan saya semoga bermanfaat.
Selasa, 24 Maret 2015
Saat Lagi Galau
Mungkin sebaiknya kita tidak memutuskan sebuah keputusan, disaat hati kita sedang tidak nyaman. Kalau anak jaman sekarang mengatakan LAGI GALAU.
Jumat, 21 November 2014
MEMAKNAI MUSIBAH
Oleh : Agiels Sudarmaji.
Berbeda
– beda memang setiap orang dalam memaknai musibah. Ada yang menganggap bahwa
musibah adalah sebagai hukuman, cobaan/ujian dari Allah SWT. Saya teringat beberapa bait kata dari KH. Abdullah
gymnastyar (Aagym) Salah satu karunia Allah bagi manusia dalam menjalani
kehidupan ini adalah ketika ia diberi-Nya banyak tantangan, hambatan dan
persoalan. Oleh karena itu semakin banyak tantangan dan kesulitan hidup yang
menghadang, Insya Allah semua itu akan menjadikan sebuah peluang untuk semakin
mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Orang-orang
yang hidupnya tidak pernah mengalami himpitan masalah, tidak akan memiliki
tingkat kesungguhan yang tinggi dalam berharap memohon ridlo dari Allah SWT
Senin, 02 Juni 2014
Memahami Perjalanan Hidup & Memaafkan
oleh : Agiels Sudarmaji.
Mungkin kita akan senang bisa mengatakan, “Rasakan apa yang aku alami
akibat tindakanmu!” Namun apakah amarah itu jadi hilang? Apakah
kepahitan itu jadi sirna? Apakah kebencian itu jadi luluh? Ternyata
tidak. Orang jawa bilang hanya rasa "NGLENGGONO" memaafkan serta mengalah itu akan terasa lebih nyaman dan damai. Dan itu merupakan pelajaran bagi kita bahwa tanpa ada rasa saling memaafkan terasa tidak akan pernah ada rasa nyaman dan damai.
Maka bila terasa sulit bagi kita untuk memaafkan orang yang menyebabkan kita menderita.Kita ingat pesan Nabi SAW, Rasulullah SAW: "Hendaknya engkau memaafkan, karena tindakan memaafkan itu akan menambahkan kemuliaan seorang hamba. Salinglah memaafkan sehingga kalian mendapatkan kemuliaan dari Allah" (Al Kafi juz 2 hal. 108 hadits no 5)
Terkadang yang membuat kita sering lupa, bahwa datangnya masalah atau kehadiran seseorang yang kita anggap suatu penderitaan bagi kita, ternyata itu hanya cara Allah menegur kita disaat lalai dalam hal apapun. Saat kita bahagia, saat kita lagi diuji dimudahkan dalam urusan finansial, saat kita naik jabatan, saat kita jadi oang yang berpengaruh di msyarakat, saat orang-orang disekeliling seakan menyayangi kita, saat kita diuji dengan kesulitan hidup dan saat - saat lain yang tak terhingga. Semunya adalah cara Allah menguji kita agar kembali PadaNYA, serta wujud kasih sayang Allah kepada kita. Insya Allah demikian.
Sisi lain yang seharusnya kita selalu renungkan. Bahwa perjalanan hidup kita memang berubah-ubah, begitu juga dengan nasib seseorang, silih berganti. saat bahagia, kita tak tahu apa kebahagiaan/kesenangan ini akan terus menyertai kita. Begitu pula dengan kesedihan, seakan sedih akan selalu menemani kita. Semua tinggal bagaimana kita menyikapi dan mengambil kesimpulan setiap sesuatu yang sudah ditakdirkan kepada kita, tergantung bagaimana kita melangkahkan kaki untuk trus berjalan menempuh perjalanan tersebut. Saat naik kita harus naik, saat turun kita juga harus menurun. Bukan hanya itu saja saat menuruni lembah, terkadang disitu ada banyak duri yang menghadang. Namun kita harus berusaha menyingkirkannya, Disaat naikpun kita untuk selalu waspada, bahwa dikanan kiri kita ada tebing dan jurang, sekali kita selip dan lengah, mungkin kita akan terperosok dan jatuh. Seperti itulah kehidupan.
Tapi kita sadar juga bahwa
pahit dan manis, susah dan senangnya hidup, semua sudah digariskan Allah kepada kita. Antara susah dan senang, sulit dan mudahnya hidup Semua pasti ada sebab dan akibat. Dari semua itu kita bisa ambil hikmahnya. Kala
kita semakin banyak ujian akan terasa diri kita merasa terpompa dan kebal bila
masalah yang sama akan menerpa kita. Insya Allah kita akan semakin dewasa dalam
menentukan sikap kita, dalam menghadapi setiap masalah. Allah maha segalanya. Salam.
Hikmah :
Rasulullah Saw bersabda, “ Orang yg cerdik dan berakal ialah orang yang memperhitungkan keadaan dirinya dan suka beramal untuk mencari bekal sesudah matinya, sedangkan orang yang lemah ialah orang yang dirinya selalu mengikuti hawa nafsunya dan mengharap-harapkan kemurahan atas Allah yakni mengharap-harapkan kebahagiaan dan pengampunan di akhirat, tanpa beramal shaleh." (HR.Tirmidzi).
Hikmah :
Rasulullah Saw bersabda, “ Orang yg cerdik dan berakal ialah orang yang memperhitungkan keadaan dirinya dan suka beramal untuk mencari bekal sesudah matinya, sedangkan orang yang lemah ialah orang yang dirinya selalu mengikuti hawa nafsunya dan mengharap-harapkan kemurahan atas Allah yakni mengharap-harapkan kebahagiaan dan pengampunan di akhirat, tanpa beramal shaleh." (HR.Tirmidzi).
Selasa, 11 Februari 2014
Cara Transfer Uang dari BRI Ke Bank BCA
Terkadang kita merasa bingung mau transaksi keuanagan, karena kita cuma satu ATM misalnya. Tapi sekarang semuanya sudah mudah dan kita tdk perlu khawatir meskipun kita cuma punya satu ATM BRI saja misalnya. Nah ini ada sedikit tips mempermudah transaksi/transfer BRI ke BCA, BRI ke BNI, Mandiri dll.
Bagi Para toko online yang tidak memiliki no rekening pendukung yang banyak, kali ini saya kasih info bagaimana cara transfer pembeli menggunakan Bank BRI transfer ke rekening BCABagaimana cara tranfer uang dari bri ke bca.?
cara ini saya dapat dari pengalaman saya setiap membeli barang dengan online
Caranya cukup mudah :
1. Masukkan kartu ATM seperti biasanya dan ketik pin KARTU ATM BRI kamu, Dan pilih TRANSFER. 2. lalu pilih Tabanas
3. dan pilih KODE BANK untuk melihat bank mana yang ada kerja sama dengan bank BRI. (Untuk kode transfer dari BRI ke BCA gunakan kode 014)
4. lalu ikuti dengan nomor rekening bank tujuan misalnya, nomor tujuan rekening bca : 0359956855 setelah ditambahi kode
transfer antara rekening BRI ke rekening BCA maka menjadi 0140359956855
5. Tekan "OK" dan isikan nilai uang yang akan di transfer.
6. Konfirmasi pengiriman tekan "Ya" untuk transfer atau tekan "Tidak" untuk membatalkan.
Untuk biaya transfer kemungkinan dikenakan sekitar Rp 5000 via ATM.
untuk transfer ke bank yang lain, silahkan melihat petunjuk gambar yang ada ya...
Selamat mencoba. Salam.
Sabtu, 08 Februari 2014
Bagaimana Caranya Bersabar?
Kutipan sebagai pengingatku.
Ukhti
Anita, saya mempunyai permasalahan dalam keluarga saya. Saya anak
pertama dan mempunyai adik wanita satu dan sejak umur 4 tahun ayah sudah
meninggal jadi ibu berjuang membesarkan kami hingga kami lulus
perguruan tinggi. Ukhti, ibu saya orangnya sangat emosional dan pemarah
begitu juga saya dan adik saya, sehingga saya kurang merasakan adanya
ketenangan di dalam rumah saya. Sampai suatu saat saya terlepas
mengatakan kata-kata kasar kepada ibu saya dan saya amat menyesalinya.
Saya ingin merasakan di rumah ini damai dan tenang, bagaimana caranya?
Bagaimana bersikap sabar kepada adik dan ibu saya?
Seringnya saya jika mereka melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan kebenaran yang saya alami maka saya menjawabnya sehingga pertengkaran terjadi, apakah sikap seperti ini benar atau salah? Dan bagaimana seharusnya?
Saya mohon bantuan jawabannya...
Terima kasih,
N
Jawaban
Assalammu'alaikum wr. wb.
Ukhti N yang dimuliakan Allah,
Memang
tidak mudah menahan emosi ketika orang-orang di sekitar kita juga
sering mengumbar emosinya. Nampaknya karakter emosional yang ukhti
miliki juga dipengaruhi iklim pengasuhan ibu anda yang juga emosional.
Namun dapat dimaklumi, berjuang seorang diri membesarkan dua orang anak
tentu juga bukan kehidupan yang mudah bagi seorang ibu.
Sebagai
seorang wanita yang juga seorang ibu, saya salut dengan ibu ukhti yang
tetap seorang diri membesarkan anda dan adik tanpa ada lagi pendamping.
Terbayangkah oleh ukhti, bagaimana seorang wanita harus memeras
keringatnya di tengah kelemahan dan godaan yang mungkin selalu datang
demi membesarkan anak-anaknya dan memberikannya pendidikan terbaik
sehingga ukhti dan adik bisa sampai perguruan tinggi?
Jika
mengingat perjuangan ibu ukhti dalam membesarkan anak-anaknya, rasanya
memang tidak adil jika anak-anaknya yang sudah dewasa harus menuntut ibu
lagi memahami anak-anaknya dan merubah dirinya di usianya yang tidak
muda lagi. Dalam hal ini, sebagai anak yang sudah dewasa mungkin saatnya
membalas budi kepada ibu tercinta dalam bentuk perlakuan yang lebih
menahan diri dan emosi.
Saya tahu
perlakuan yang emosional cenderung memancing sikap yang emosional juga.
Tapi ukhti dapat menjadi pelopor untuk menjadi salah satu anggota
keluarga yang bisa merubah situasi emosional ini. Belajarlah untuk
melakukan tindakan lain selain menjawab dalam keadaan emosi meskipun
ukhti merasa benar.
Misalnya
tundalah dulu untuk bicara jika emosi tersulut, beralihlah pada tindakan
lain untuk meredakan emosi. Seperti Rasulullah menyarankan jika kita
marah maka duduklah, jika tidak bisa maka berdirilah dan berwudhu. Hal
tersebut mungkin dapat ukhti coba, bahkan ukhti bisa sholat untuk
menenangkan diri jika emosi sudah sangat memuncak.
Jika
emosi reda barulah mulai bicara dengan menyampaikan "pesan saya."
Ungkapkan perasaan ukhti kepada ibu atau adik pada sikap mereka yang
menyinggung perasaan ukhti. Tak perlu saling debat untuk menentukan
siapa yang benar karena akan kembali menyulut emosi dan kadang orang
juga butuh waktu untuk memahami kesalahannya.
Jika
sikap tersebut ukhti lakukan terus, semoga ibu dan adik juga jadi
belajar melakukan hal serupa seperti ukhti sehingga suasana emosional
dapat berkurang di rumah. Semuanya mungkin akan membutuhkan waktu,
kesabaran dan usaha. Jangan berputus asa, ukhti dapat jadi pelopor
sebagai orang yang cerdas emosi di rumah. Dan ketahuilah itu merupakan
hadiah terindah bagi seorang ibu memiliki anak yang cerdas emosional,
meski dia membesarkannya dengan segala kelemahannya.
wallahu'alambishshawab.
Wassalammu'alaikum wr. wb.
Sumber :
Sumber :
Rr. Anita W.
Jumat, 07 Februari 2014
"SEORANG NENEK MENCURI SINGKONG KARNA KELAPARAN, HAKIM MENANGIS SAAT MENJATUHKAN VONIS''

Cerita ini saya ambil dari status teman FB ku.
Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU thdp seorg nenek yg dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar,.... namun manajer PT A**** K**** ( B**** grup ) tetap pada tunt...utannya, agar menjd contoh bg warga lainnya. Hakim Marzuki menghela nafas., dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, 'maafkan saya', ktnya sambil memandang nenek itu,. 'saya tak dpt membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jd anda hrs dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tdk mampu bayar maka anda hrs msk penjara 2,5 tahun, spt tuntutan jaksa PU'. Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, smtr hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kpd hadirin. " Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kpd tiap org yg hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yg membiarkan seseorg kelaparan sampai hrs mencuri utk memberi mkn cucunya, sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kpd terdakwa ." Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dgn mengantongi uang 3,5jt rupiah, termsk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT A**** K**** yg tersipu malu krn telah menuntutnya. Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yg bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media tuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain utk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim Marzuki yg berhati mulia.silahkan di Bagikan/share kepada teman2 Anda.
Sabtu, 11 Januari 2014
Kumpulan Humor ala Nabi Muhammad SAW.
Kumpulan Humor ala Nabi Muhammad ( Penulis:Abu Islam Ahmad bin Ali )

Subhanallah,Nabi
kita yang mulia bukan hanya seorang panglima perang yang tegas dan
pemimpin umat yang besar.Namun sosoknya yang bisa menghangatkan suasana
keluarga dan para sahabatnya dengan humornya yang cerdas.Shalawat serta
salam tercurahkan padamu, yaa Muhammad..
CANDA RASULULLAH KETIKA SAKIT KEPALA
Pada
suatu hari, Rasulullah menemui Aisyah. Saat itu beliau dalam kondisi
sakit kepala yang sangat berat. Ternyata di waktu yang sama Aisyah juga
sedang mengeluhkan hal yang sama.
"Kepalaku sakit" kata Aisyah kepada Rasulullah.
"Aku
juga, demi Allah wahai Aisyah, aku juga merasakan sakit kepala yang
amat sangat" jawab Rasulullah. Lalu Rasulullah melanjutkan. "Apabila
kα♏ŭ meninggal dunia terlebih dahulu, maka tenanglah, aku akan
mengurusmu, menyalati dan mengiringi jenazahmu."
Apa jawab Aisyah kemudian?
"Demi
Allah, sungguh aku dapat menebak, jika memang itu terjadi, maka engkau
akan berduaan dengan salah seorang istrimu di rumahku padasore harinya."
kata Aisyah kemudian dengan nada merajuk. Rasulullah hanya tertawa
mendengar perkataan Aisyah ini.
(Hahaha konon Aisyah memang agak cemburuan gitu kan ya, hihihi)
***
KUDA TERBANG 'AISYAH
Ketika
Rasulullah dalam perjalanan kembali pulang dari Perang Tabuk atau
Khaibar, tiba-tiba angin berhembus kencang hingga menyingkap kain yang
menutupi boneka mainan 'Aisyah. Melihat boneka-boneka mainan tersebut,
Rasulullah bertanya "Wahai 'Aisyah, apa ini?". "Boneka mainan dan
hiburanku," jawab 'Aisyah.
Nabi melihat diantara mainan itu
terdapat kuda bersayap yang terbuat dari kain. Rasulullah pun bertanya
lebih lanjut, "Apa itu yang berada diantara mainan ini?" 'Aisyah
menjawab, "Kuda." "Lalu apa yang menempel di tubuhnya itu?" tanya
Rasulullah lagi. "Dua sayap" jawab 'Aisyah
Mendengar jawaban
'Aisyah ini, maka Rasulullah bertanya dengan sedikit keheranan "Kuda
mempunyai dua sayap?" "Tidakkah engkau mendengarkisah tentang Nabi
Sulaiman yang mempunya kuda bersayap?" jawab 'Aisyah menegaskan.
Mendengar jawaban 'Aisyah ini, maka Rasulullah pun tertawa hingga terlihat gigi-gigi putihnya.
*****
AISYAH GUGUP SAMA UMAR
Ketika
Aisyah sedang berbincang-bincang dengan seorang perempuan dirumahnya,
tiba-tiba Rasulullah masukke dalam rumah. Saat itu Aisyah masihsaja
meneruskan perbincangannya dengan perempuan tersebut.Beberapa saat kemu
dian
Umar bin Khattab juga masuk. Begitu Umar memasuki rumah, Aisyah
langsung terdiam menghentikan bicaranya dan duduk dengan tenang. Melihat
perilaku Aisyah yang mendadak terdiam begitu melihat Umar, maka
Rasulullah pun tertawa geli.Karena penasaran, Umar pun bertanya"Wahai
Rasulullah, apa yang membuatmu tertawa?"Rasulullah bukannya langsung
menjelaskan alasan tertawanya kepada Umar, beliau malah mengajak Umar
keluar dan berbicara tentang hallain. Umar pun berkata, "Demi Allah, aku
tidak akan pergi hingga aku mendengar Rasulullah mengatakan alasannya
kepadaku."Rasulullah pun lalu memerintahkan Aisyah untuk mengatakan
alasannya. Dan Aisyah pun menjelaskan alasannya kepada Umar, bahwa
diam-diam dia selalu gugup dan ketakutan setiap kali berhadapan dengan
sosok Umar.kenapa Aisyah sampai gugup dan ketakutan dengan sosok Umar
bin Khattab? Ternyata ada ceritanya. Berikut ini.
CERITA AISYAH, SAUDAH DAN DAGING KELINCI
Suatu
hari Aisyah menghidangkan daging kelinci yang telah dimasak secara
khusus untuk Rasulullah. Kemudian Aisyah berkata kepada Saudah (sedang
Rasulullah waktu itu sedang berada ditengah-tengah keduaistrinya ini).
"Wahai Saudah, makanlahdaging ini."Saudah enggan memakannya."kα♏ŭ mau
makan atau aku akan melumurkan makanan ini ke mukamu?!" kata Aisyah agak
mengancam. Saudah tetap diam dan enggan untuk makan. Maka Aisyah
meletakkan tangannya pada daging kelinci yang telah masak tersebut,
lalumelumurkannya pada wajah Saudah.Rasulullah pun tersenyum melihat
tingkah Aisyah sembari mengusapkan tangannya ke wajah Saudah."Sekarang
lumurilah wajah Aisyah." Saudah Pun melakukannya. Lalu beliau tertawa
lagi.Dalam keadaan demikian, tiba-tiba adasuara Umar bin Khattab "Wahai
Abdullah... Wahai Abdullah..". Mendengar suara Umar ini, Rasulullah
mengira Umar akan masuk kedalam rumah sehingga cepat-cepat beliau
berkata kepada kedua istrinya "Berdiri dan basuhlah wajah kalian
berdua."Sejak kejadian itu, Aisyah merasa takut kepada Umar....karena
Rasulullah sendiri pun segan kepadanya.
BIJI BUAH KURMA
Suatu
ketika, Rasulullah saw dan para sahabat ra sedang ifthor. Setiap kali
mereka makan sebuah kurma, biji- biji sisanya mereka sisihkan di
tempatnya masing- masing. Beberapa saat kemudian, Ali menyadari bahwa
dia memakan
terlalu banyak kurma. Biji- biji kurma sisa mereka
menumpuk lebih banyak di sisi Ali dibandingkan di sisi Rasulullah. Maka
Ali pun secara diam- diam memindahkan biji-biji kurma tersebut ke sisi
Rasulullah.Kemudian Ali ra dengan tersipu-sipu mengatakan, “ Wahai Nabi,
engkau memakan kurma lebih banyak daripada aku. Lihatlah biji-biji
kurma yang menumpuk di tempatmu.”Nabi pun tersenyum dan menjawab, “Ali,
kamulah yang memakan lebih banyak kurma. Aku memakan kurma dan masih
menyisakan biji-bijinya. Sedangkan engkau, memakan kurma berikut
biji-bijinya”. (HR. Bukhori)
ANAK UNTA
Seseorang
sahabat mendatangi Rasulullah SAW, dan dia meminta agar Rasulullah SAW
membantunya mencariunta untuk memindahkan barang-barangnya.Rasulullah
berkata : “Kalau begitu kamu pi
ndahkan barang-barangmu itu ke
anak unta di seberang sana”.Sahabat bingung bagaimana mungkin seekor
anak unta dapat memikul bebanyang berat.“Ya Rasulullah, apakah tidak ada
unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barang ku
ini?”Rasulullah menjawab, “Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil,
yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir
dari ibuselain unta”Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda
Rasulullah. (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dan At Tirmidzi. Sanad
sahih)*
NENEK NENEK TIDAK MASUK SURGA
Rasulullah SAW
juga pernah bergurau dengan nenek-nenek tua yang datang dan berkata,
“Doakan aku kepada Allahagar Allah memasukkan aku ke surga .”Maka Nabi
SAW berkata kepadanya, “Wahai Ummu Fulan! Sesungguhnya surga itu tidak
dimasuki orang yang sudah tua .”Maka wanita tua itu pun menangis ,
karena ia memahami apa adanya.Kemudian Rasulullah SAW memahamkannya,
bahwa ketika dia masuk surga, tidak akan masuk surga sebagai orang yang
sudah tua, tetapi berubah menjadi muda belia dan cantik.Lalu Nabi SAW
membaca firman Allah SWT:“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka
(wanita-wanita surga) itu dengan langsung, dan Kami jadikan mereka
gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS Al Waqi’ah:
35-37)
Langganan:
Postingan (Atom)



