Selasa, 01 Agustus 2017

Selamat Ulang Tahun Istriku tercinta.

Melodi cinta yang indah,


“bila si dia berpolah, ku tak pernah marah, bila si dia yang marah, itu hanya manja, saying supaya disayang sayang, inginnya disayang..
Dalam liku bercinta, terdapat tempat duka, itu bunga bahagia
derita dalam lembaran cinta, walau sakit terasa, itu garamnya cinta
yang menambah nambah kasih saying dan keindahan…..he he.
Sekian lama kau mendampingiku dalam suka maupun duka.



Pengorbanan seorang guru PAUD/RA  saya merasakan begitu beratnya. Dari mulai bangun pagi, sampai beranjak tidur kembali.  Selain menunaikan kewajiban seorang istri dan keluarga untuk menyiapkan sarapan pagi anak-anak.  Selain tugas sehari – hari jika hendak  berangkat mencuci pakian dan lain sebagainya. Dalam menjalankan ke-istiqomahanya, setiap hari  si istri bangun duluan sekira jam 3 meskipun suami dan anak masih  tertidur lelap.  Tak lupa untuk memanjatkan do’a – do’a untuk keluarga, anak – anak serta  anak didiknya yang masih PAUD/RA  dan murid-muridnya.

Merupakan tugas berat seorang guru PAUD/RA, akan tanggung jawab “ngemong” anak – anak sebagai generasi penerus agama, bangsa dan Negara. Sekaligus tanggung jawabnya dalam mengemban amanat yang diberikan Allah kepada kita.

Cita – cita seorang guru yang sanagat  besar. Untuk mewujudkan  anak-anak yang diasuh, diajar dan dibimbing  akan menjadi  insan-insan yang dapat menumbuhkan akhlaq dan peribadi yang dikehendaki Islam selaras dengan Al-Quran dan Sunnah.

Terkadang,  bermacam  cerita   yang menimpa anak didiknya. Diantaranya membersihkan saat murid buang air, kencing dicelana, hidungnya yang mbeleer merusakkan mainan – mainan, menangis yang susah dihentikan dan bermacam-macam lagi  kejadian yang melibatkan murid, wali murid  dan guru. Walau sebenarnya  diusia dini ini, peran orang tua dirumah harus ektra untuk membimbang dan mendidik anak – anak. Kalau disekolahan sepenuhnya adalah tugas guru.

Saya pribadi  sebagai seoarang suami  yang kebetulan mempunyai istri seorang guru  PAUD/RA  ikut andil dalam mengerjakan tugas – tugas  lain yang sekiranya istri tidak mampu untuk mengerjakanya. Termasuk menulis, membuat mainan, gambar – gambar juga termasuk alat – alat peraga yang lain. Demi anak didik tercinta disekolahnya. Saya selalu mendukung dari awal menjadi seorang pendidik, yakni seoarang guru  PAUD/RA. Sejak tahun 1995-1996 sekaligus kami berdua membina rumah tangga saat itu.

Gaji Guru PAUT/ RA.

Di era seperti tahun ini, mungkin kita sendiri semua tahu, bahwa gaji seoarng guru serta kemakmuranya, apalagi ditunjang sertifikasi, gaji ke 13 jika guru negeri dan lain – lain.
Untuk mendukung istri dalam mengamalkan ilmunya saat itu gaji guru maaf, tidak seberapa. Namun untuk membesarkan hatinya saya katakan” aku sing mbayari” saya yang membayarmu ibaratnya seperti itu bila harus menuntut gaji, asal terus bisa bertahan untuk mengajar anak- anak untuk menjadi guru RA waktu itu belum ada PAUD.

Sudah saatnya lah kita mengamalkan kembali ilmu –ilmu dari sekolah yang kita dapat semasa kecil dulu. Gurulah yang menyebabkan kita semua mengenal A,B,C…. alif, baa,taa…. 1, 2, 3…dan sebagainya…. Jika bukan dari seorang guru, maka tidaklah lahir seorang  guru, dokter, orang politik, pegawai-pegawai, pengurus-pengurus dan berbagai-bagai jenis manusia yang bermula dari tahu membaca dan mengeja. Yang utama adalah menanamkan ketauhidan Anak mengenal Tuhan. Allah lah Tuhan kita, Muhammad - lah Nabi kita.  Maka, seharusnyalah  kita semua untuk mengingati dan menghormati semua jasa para Guru.
Memang tidak boleh dinafikan betapa besarnya pengorbanan seorang guru dalam mendidik anak-anak menjadi orang yang berguna kepada diri, keluarga, masyarakat, agama dan negara.

Ini adalah tahun ke 22 dalam mengabdi dalam usianya yang ke- 42 th saat ini.

Kadang-kadang kita melihat para guru yang mendidik anak-anak/murid sehingga ada yang tidak sempat meluangkan masa untuk anak-anak mereka sendiri. Namun apa yang kita harapkan guru-guru semua ikhlas dalam pengorbanan tersebut.

Yang membuat saya terketuk hati, ada sebuah catatan kecil yang perlu kita kembali menata niat kita. Yaitu istri menceritakan bahwa tahun ini sertifikasinya terancam tidak cair. Dengan tersenyum pula aku katakana “ rejeki sudah ada yang mengatur, juga tidak akan tertukar. Kalo memang tahun ini tidak cair, tidak usah gusar. Insya Allah rejeki lain, nikmat lain kita  tidak bisa menghitungnya” kataku, sekaligus kesepakatan kami untuk selalu ihlas apa yang sudah Allah berikan.

Alasan tidak cairnya sertifikasi tahun ini dikarenan ada merah merahnya karena cek lock. Meskipun guru lain sudah memberi tahu bahwa si istri adalah paling disilpin berangkat duluan sebelum guru –guru yang lain berangkat. Setiap paginya harus merapikan kelas sendiri, sebelum ditempati murid dan orang tuanya.  Dia ceritakan saat itu alat cek lock sore dibawa guru lain, sehingga melebihi btas jam sampai disekolahan. Faktor lain karena guru PAUD/ RA selesai mengajar pagi, terkadang siang atau sore lupa untuk cek lock.

Maaf dalam tulisan ini, saya hanya bertujuan untuk memberi dukungan untuk selalu  semangat serta keikhlasan kita dalam mengamalkan ilmu kita. Kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa Indonesia kita tercinta ini. MARI BERJUANG, SEMANGAT  mengisi kemerdekaan ini dengan hal – hal yang bermafaat untuk orang lain serta Negara.

Insya Allah, Allah pasti akan membalas dengan ganjaran yang setimpal, semasa  di dunia maupun di akhirat kelak. Keikhlasan itu sangat-sangat penting karena dari ikhlasnya guru yang mengajar, maka anak-anak didik mendapat ilmu yang berkah. Ilmu yang berkah inilah yang akan melahirkan anak-anak yang mampu menjadi pelapis muda yang berilmu, beriman dan bertaqwa.
Justeru, guru-guru perlu sentiasa mendidik jiwa, membetulkan niat dan mengikhlaskan segala pengajaran dan pengorbanan yang kita lakukan. Guru-guru juga harus menyadari bahawa selain bertanggungjawab mengajar dan mendidik, guru juga mengemban  amanah yang berat kerana mereka turut berperanan menbentuk akhlak serta jati diri anak didik. Guru mempunyai kelebihan dari aspek pengetahuan ilmu psikologi kanak-kanak dan kepakaran mengajar.

Rasulullah SAW sejak awal sudah mencontohkan dalam mengimplementasikan kaedah pendidikan yang tepat di mana strategi pengajaran dan pembelajaran yang baginda lakukan memerhatikan situasi, kondisi dan karakter seseorang itu, sehingga nilai-nilai murni dapat ditanam dan dijelmakan dengan baik dalam diri anak didik.
Kami penuh yakin dengan kewibawaan guru-guru dalam mempersiapkan diri anak didik agar menjadi insan yang cekal dan berupaya mengharungi tuntutan dan perubahan arus globalisasi dan penuh cobaran ini.

Akhirnya, kami sekali lagi menyeru kepada semua guru supaya membulatkan tekad dan menguatkan azam/keinginan untuk sama-sama membantu meningkatkan dan melahirkan anak-anak yang cemerlang dalam bidang  agama dan pendidikan.
Adalah menjadi harapan saya, semua guru akan melaksanakan tanggungjawab dengan penuh dedikasi dan amanah. Khas untuk guru-guru sekalian dan semua yang bergelar guru…

Penulis :
Agiels sudarmaji, bukan seoarang guru. Tapi merasakan bagaimana jadi seoarang guru.

Kamis, 27 Juli 2017

Lirik Saben Malam Jum'at

Sholli Wa Sallim daa iman alah mada 2x
Wal Ali Wal Askhaa biman kod waakhada 2x

Saben malam jum at, ahli kubur mulih nang omah
Kanggo njaluk dungo, wacan qur'an najan sak kalimat
Lamun ora dikirim, banjur bali brebes mili
Bali nang kuburan, mangku tangan tetangisan..

Sholli Wa Sallim daa iman alah mada 2x
Wal Ali Wal Askhaa biman kod waakhada 2x

Kebacut temenan ngger anak turunku
kue ora wirang podo mangan tinggalanku
lamun aku biso, bali  ning alam ndunyo
Bakal tak ringkesi dunyoku sing isih ono...

Sholli Wa Sallim daa iman alah mada 2x
Wal Ali Wal Askhaa biman kod waakhada 2x

Jumat, 31 Maret 2017

Biografi habib Luthfi Bin Yahya

Biografi Habib Luthfi Bin Yahya – Beliau lahir di Pekalongan, 10 November 1947 atau 27 Rajab tahun 1367 H. Beliau dilahirkan dari seorang syarifah bernama sayidah al Karimah as Syarifah Nur. Habib Luthfi bin Yahya ini memiliki jabatan organisasi sebagai Ketua Umum MUI di Jawa Tengah, sebagai anggota Syuriyah PBNU, dan merupakan Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah. Pendidikan pertama beliau didapatkan dari ayahanda tercinta yaitu al Habib al Hafidz ‘Ali al Ghalib. Setelah itu beliau belajar selama 3 tahun di Madrasah Salafiah.



Biografi Habib Luthfi Bin Yahya pekalogan, Biografi Habib Luthfi Bin Yahya riwayat hidup, Biografi Habib Luthfi Bin Yahya kegiatan sehri-hari, Biografi Habib Luthfi Bin Yahya dan foto mudanya

Biografi Habib Luthfi Bin Yahya
Tahun 1959 M, beliau melanjutkan sekolahnya di sebuah pondok pesantren Benda Kerep, Cirebon. Selanjutnya ke Indramayu, Purwokerto, kemudian Tegal. Setelah itu bel

aiu melanjutkan ke Mekah, Madinah dan negara-negara lainnya. Dari para ulama-ulama besar , wali-wali Allah, serta guru-guru agama lah Beliau mendapatkan ilmu-ilmu agama, seperti ilmu syari’ah, tasawuf, dan thariqah dan tasawuf.

Dari para guru tersebut Beliau mendapatkan ijazah Khas (khusus) dan ijazah ‘Am (umum) dalam bidang Da’wah dan nasyru syari’ah atau menyebarkan syari’ah, kitab-kitab tauhid, kitab-kitab hadits, kitab-kitab shalawat, tashawuf, sanad, thariqah, kitab thariqah, riwayat, bacaan-bacaan aurad, tafsir, dirayat, nahwu, tashwuf, nasab, hizib-hizib, sanad-sanadnya, dan kitab-kitab kedokteran. Selain itu Beliau juga mendapatkan ijazah untuk membai’at.

Biografi Habib Luthfi Bin Yahya pekalogan, Biografi Habib Luthfi Bin Yahya riwayat hidup, Biografi Habib Luthfi Bin Yahya kegiatan sehri-hari, Biografi Habib Luthfi Bin Yahya profil ulama

Habib Lutfhi aktif diberbagai macam kegiatan, seperti Pengajian Thariqah setiap jum’at Kliwon pagi, Pengajian Ihya Ulumidin setiap Selasa malam, Pengajian Fath Qarib setiap Rabu pagi yang dikhususkan bagi ibu-ibu, Pengajian Ahad pagi dan pengajian thariqah yang juga dikhususkan bagi ibu-ibu, Pengajian setiap bulan Ramadhan yang diperuntukkan santri Aliyah, Da’wah ilallah diberbagai kawasan di Nusantara, Rangakain Maulid Kanzus di kota Pekalongan dan daerah-daerah sekitarnya, dan masih banyak kegiatan-kegiatan lainnya.

Kai Karismatik dari Pekalongan ini disebut-sebut memiliki hobi yang nyentrik, yaitu gemar bermain organ dan menikmati musik-musik klasik karya Mozart dan Beethoven. Hobi semacam itu mungkin tidak aneh bila dimiliki oleh “orang biasa”.


Tapi hobi semacam ini dimiliki oleh Habib Luthfi yang merupakan seorang ahli thariqat yaitu sebuah ajaran menuju ke-esa-an Tuhan, menjabat ketua MUI di Jawa Tengah, dan Ahli thariqat NU. Tentu ini terdengar sangat menakjubkan. Padahal ada sejumlah kaum muslim yang mengharamkan untuk menikmati musik, telebih lagi musik-musik atau lagu-lagu Barat. Habib yang satu ini memang sangat nyentrik sekali.

 habib lutfi, habib luthfi bin yahya, habib luthfi, habib lutfi bin yahya, habib lutfi pekalongan, biografi habib lutfi, biografi habib luthfi, biografi habib luthfi bin yahya, foto habib lutfi, silsilah habib lutfi bin yahya

Secangkir hikmah bersama Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya


Dari sowan kepada  Al- Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan*28 Maret  2017. 

bersama Radio Nuansa Fm Bojonegoro.

Kalau ingin cepat terkabul hajatnya kuncinya yg LOMAN / Dermawan

Jaga aqidah ahlus sunah wal jama'ah, yg diwadahi di NU, dulu mbah Hasyim Asy'ari 

sebelum mendirikan NU terkebih dahulu sowan kepada Habib Hasyim bin umar bin 

Yahya ( kakek Habib Luthfi), & kpd Syaikhona Kholil Bangkalan, setelah kedua ulama 

tsb memberikan isyarah utk " Terus" maka Mbah Hasyim Asy'ari kemudian 

mewujudkannya bersama sahabat2 beliau

Artinya NU penuh dgn isyarah2 baik dari ulama2 besar.

Kalau hadiah fatihah jgn lupa menyebut ulama2 NU yg telah wafat terutama para 

pendirinya

Hadiah Fatihah itu kalau bisa ditafshil ( sebut namanya satu, satu, jgn diglobal.

Kalau ada tokoh lain daerah yg wafat, bacakan tahlil & Ajak orang2 walaupun hanya 10 

atau 15 menit, utk kerukunan , kebersaman & persatuan kita.

Budaya NU jgn sampe luntur, Tahlil, Manaqib, maulid dll, lewat acara2 tsb kita 

menyatukan umat, & supaya terus tersambung dgn guru2 kita, inilah yg dilakukan para 

sesepuh 

( membuat pandai umat itu lebih mudah daripada menyatukan mereka)

mhn maaf apabila ada kesalahan

smg bermanfaat. Aamiin, 

intisari petuah yang disampaikan kepada kami se-rombongan.


(Ust. Ach. Ruhani)

Kamis, 20 Oktober 2016

Catatan Untuk Na’im.


Catatan Untuk Na’im.
Na’im, adalah teman sekaligus menjadi sahabat saya. Dia kreatif ketika masih kondisi normal/biasa-biasa saja dalam arti layak dan pinter seperti pemuda pada umumnya. Bahrun na’im 33 th nama lengkapnya. Dia anak bungsu dari dua bersaudara, Yakni Abd. Rohim, 45th. kakaknya, yang bernasib sama. Yaitu sama – sama keterbelakangan mental. Naim, panggilanya, yang berwajah ganteng, lembut. Sedang kakaknya Abd. Rohim berpawakan gagah badanya kekar. Namun dua bersaudara ini sekarang sudah tidak lagi seperti dulu,

 Naim kini jadi seorang pemuda yang hanya berdiam diri dirumah yang kondisi rumah saat ini sudah rapuh dan tidak terawat lagi, karena pada tahun 2012 yang lalu terkena gangguan mental yang sampai saat ini belum bisa disembuhkan. Saya pun sudah sering melakukan sesuatu yang bisa memulihkan ingatan, namun belum berhasil juga. Sedang kakaknya Abd. Rohim dalam keseharianya hanya bisa menelusuri jalan berpaping, yang sudah tidak lagi memperdulikan hujan, dingin dan teriknya panas kota Bojonegoro.

Kedua pemuda ini sebelumnya adalah anak yang kreatif. Naim yang pendiam, ramah,  rajin dan murah senyum, polos  yang berprofesi sebagai tukang ukir khas jepara, bahkan buah karyanya sampai Bali dan sepengetahuan saya, karyanya sampai  pernah dikirim ke luar negeri. Sedangkanya Abd. Rohim kakaknya, dulu pernah sebagai tukang penjual manisan, pengamen di bis jurusan Bojonegoro – Surabaya. Dia mempunyai anak satu perempuan, namun sekarang sudah tidak jelas keberadaan anak dan istrinya tersebut.

Rohim pernah mengalami goncangan jiwa semenjak bercita-cita menjadi tentara namun gagal. Sehingga membuat keadaanya seperti sekarang.

Dalam keseharian mereka berdua ditemani seoarang Ibu yang bernama “ Maemunah” 67 th, beliau dulu sekira tahun 7oan berprofesi sebagai tukang rias pengantin jawa kuno, semenjak saya masih kecil kurang lebih 40 tahun yang lalu.
Si ibu lah yang sampai saat ini menghidupi ke dua anak tersebut. Meskipun saat ini tidak ada

pekerjaan tetap, dia tidak mempunyai sawah atau ladang. Dalam mencukupi kebutuhanya, si Ibu tidak pernah meminta, tapi masih selalu berusaha dengan mencari gedebong pisang yang dikeringkan untuk dibuat tampar lalu dijual, untuk bisa bertahan, apalagi masih dibebani dua anaknya yang belum bisa membahagiaanya sampai saat ini. Si Ibu sudah mulai renta, berbadan kurus yang harus menanggung beban hidup sendiri semenjak ditinggal suaminya kurang lebih 15 th silam. ahirnya si ibu harus tinggal menyendiri di (empokan) belakang rumah saudaranya dia bawah pohon bambu yang mengelilingi rumah tersebut. saudaranya tersebut juga seoarang janda yang sudah tua. Namun kehidupannya masih terjamin karena mempunyai tiga anak laki-laki yang masih perduli dengan nenek tersebut. Beda dengan kondisi Ibu Maemonah saat ini.

Meskipun di era sekarang setiap sudut jalan desa, rumah semuanya sudah terang, namun dalam keseharianya naim ini hidup selalu dalam gelap. Pernah dahulu dipasang listrik untuk menerangi rumahnya, tapi semuanya diambilnya memakai tangan meskipun kabel-kabel masih teraliri listrik. karena saat tersebut ia dalam kondisi tidak stabil. Naim dan kakaknya tersebut disebabkan karena cita-cita belum tercapai sehingga menjadi stres tersebut. Kalau Na'im, meskipun dalam kondisi stres dia tetap melakukan kewajibanya sebagai seorang muslim, sembahyang, puasa dan ke masjid tiap  hari jum'at.



           

Senin, 11 Juli 2016

HUBUNGAN ORANG TUA DENGAN ANAK - ANAKNYA

RENUNGAN PAGI
Assalamu'alaikum Wr. Wb.


(Insya Allah baik utk anak2 kita maupun utk kita sendiri )
Anak-anakku.
Ada kehawatiran besar setiap orang tua:
di saat tua,
di saat daya melemah,
di saat anak-anak semakin sibuk.
Kesenjangan
diawali dari merenggangnya komunikasi...,
terjadinya perbedaan alam pikir yg menjauh...,
dan sulitnya saling memahami,
yg mungkin sekarang belum terbayang oleh kalian semua..
tapi itu akan terjadi...!!!
Kelak ... pada saatnya kami hanya bisa berdoa dan berlinang air mata.
mengiringi semua kekhawatiran yg menyelimuti hati kami.
Yang kami khawatirkan adalah keselamatan kalian, juga syakaratul maut kami.
"Akan adakah anak-anak tercinta menggumamkan kalimat Talkin mengiringi perjalanan kami pulang ke haribaan-Nya
saat syakaratul maut" ??
Saat ini kami sangat ingin
komunikasi antara kita berjalan mesra..., ramah.., penuh rasa rindu...& canda ria.
Kami berharap komunikasi kita membuat kita saling paham memahami.
Memang kebersamaan kita hanya sebentar.
Hanya ±30 tahunan,
Sisanya kalian akan bersama Insya Allah dengan pasangan kalian masing2 sampai akhir hayat kalian.
Rasanya sangat sebentar,
belum cukup kita berbagi rasa dalam waktu 30 tahunan itu.
Tapi mudah2an komunikasi yg kita bangun sekarang ini bisa memperpanjang kebersamaan rohani kita & mengecilkan rasa khawatir yg selalu ada di hati kami.
Anak-anakku ......
Jaga Shalat kalian,
Jaga Shodaqoh kalian,
Selalu Berbuat Baik,
Jangan pernah letih & malas untuk mendekatkan diri kpd Allah Swt
Berdoa lah selalu utk orang tuamu setiap selesai shalat....
Allahummaghfirlii waliwalidayya war hamhuma kama robbayanii shaghiro 3x
Berbuatlah yg bisa membuat Orang Tua kalian berbahagia di Alam Barzah dan Akhirat kelak...Aamiin.
Kami titipkan masa depan Akhirat kami kepada Akhlaq Mulia kalian.
Maha Suci Allah Swt
Aamiin yaa Rabbal Aalamiin.

Copas status Yai Mahsun/Gus Syarifuddin

Minggu, 06 Maret 2016

Dia datang meskipun tak di undang,,




Tapi maaf, aku blm bisa merawatmu, sperti yang kau inginkan...
Terkadang aku merasa sedih, saat melihatmu kurus, seperti penyakitan..
Meskipun adikku seorang mantri dan bidan..
Tapi dia kurang tau tentang penyakit hewan,,

Padahal pagi, siang, malam, slalu ku beri makan, 
Aku tdak tega jika harus membuangmu dijalanan,,
Seperti yang mereka lakukan,,

Meskipun kau bukan seperti mereka, yang diperjual belikan,,, 
yang punya paras cantik & menawan...
Dia merawat sambil mencari keuntungan,,
Namun, ku tetap sayang,, pada kalian..

Yang kecil2 kuberi nama VIDI, VINi, VISI, 
Maaf !! Mungkin nama pembca ada yg menyerupai...
Neneknya kuberi nama Lamsiyati...
Mereka selalu mengerti, seakan tau isi hati, yg punyai..

Sering mereka menyertai, seperti mengantar dan menjemput kala ku pergi...
Ada 7 ekor kucingku saat ini...
Yang 2 mungkin lagi tidur kali...

Yuuk!!!....
Yang punya kucing, jangan meyakiti,, 
meski terkadang menyebalkan ati,, 
kala pipis dan ngleuarin........
#kita sayangi yang ada dibumi..

Setidaknya masih ada tempat untuk berbagi..

Jumat, 10 Juli 2015

Tragedi Kang Prabu


Oleh : Agiels Sudarmaji. 
 Edisi ini saya akan menulis tentang musibah yang menimpa Kang Prabu , Namun saya menulis dengan versi saya sendiri, bukan saya kemas seperti pemberitaan di media cetak atau elektronik yang lain, yang terkadang beritanya berbeda - beda.
 Allah tidak akan member ikan ujian atau cobaan diluar kemampuan hambanya.  Seperti yang sudah tertulis dalam Al-Qur’an :  Bismillaahirrohmaanirrohiim.
"Laa Yukallifullooha  Nafsan Illa  Wus ‘ahaa..”
yang artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan Sesuai dengan kesanggupanya 
( Al-Baqoroh: 286 ) Dalam ayat ini dijelaskan, bahwasanya apapun cobaannya, apapun ujiannya, apapun kejadiannya, Semua itu diberikan berdasarkan ukuran kemampuan hambanya. Allah tidak akan memberikan cobaan dan ujian yang besar dan melebihi kemampuan hambanya melainkan hanya yang mampu dilalui hambanya, sebagaimana firman Allah tersebut. Akan tetapi, semua itu tergantung bagaimana cara hamba Allah menghadapinya. Jika cobaan dan ujian itu dihadapi dengan emosional, tempramen, dan penuh kemarahan (tanpa ketaatan kepada Allah), niscaya cobaan dan ujian itu akan terasa berat dan sangat sulit dalam menjalaninya. Dan jika cobaan serta ujian itu dihadapi dan diselesaikan dengan penuh ikhlas dan ketaatan kepada Allah, maka kemudahan dan kelapanganlah yang kita dapatkan dalam menghadapinya. Sebagai pengingat saya sendiri, dari penjelasan diatas, dapat kita lihat bahwa cobaan dan ujian akan terasa berat tanpa ketaatan kepada Allah. 
Insya Allah dalam menyikapi musibah ini Kang Prabu atau Mas Prapto ( nama aslinya), bisa menyikapi dengan tenang sabar, seperti figure Kang Prabu yang selalu menda’wahkan tentang keikhlasan dan kesabaran. Meskipun pada awal berdakwah  terkadang menuai pro dan kontra. Namun ternyata setelah melejit namanya  sebagai penyiar dan pendakwah, ahirnya Kang Prabu bisa diterima di Masyarakat sebagai sosok penyiar sekaligus pendakwah yang terkenal untuk skala Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya, dengan rating fans terbanyak. Karena dalam kemasan gaya bahasa bojonegoran yang khas itulah dalam siaran Kang Prabu semakin dikenal. 
 Hari Jum’at, 10 Juli 2015, bertepatan dengan bulan puasa ramadhan 1436 H hari ke 23, yang mana Mobil Taft putih yang dikendarai Kang Prabu  menabrak trotoar dan menghantam seorang pedagang es degan sampai tewas. Dalam pemberitaan media diduga, kecelakaan lalu lintas tunggal itu terjadi karena Kang Prabu/ sopir mengantuk.Bersamaan itu pula saya  datang dilokasi, namun Kang Prabu sudah dibawa ke kantor satlantas untuk proses lebih jauh. 
Kasatlantas Polres Bojonegoro, AKP Anggi Saputra Ibrahim saat saya temui mengatakan  seperti video diatas.  Akibat kecelakaan itu, pedagang es degan, Heri Eko Sasmito meninggal saat akan dibawa ke rumah sakit. Sedangkan mobil Kang Prabu bernopol S 1067 AK  yang  terguling di tengah jalan juga sudah dibetulkan bersama warga dan simpatisan lain yang mendengar bahwa kang Prabu mengalami kecelakaan.     Sementara itu,  Kang Prabu langsung  berada di Ponpes Ar Rahmat Jl. Untung Suropati Bojonegoro untuk menenangkan diri. Kebetulan lokasi kejadian depan PonPes tersebut. Guna pemeriksaan lebih lanjut, kendaraan segera dievakuasi dan Kang Prabu di bawa ke kantor Sat Lantas Polres Bojonegoro.
Nah, kalo saya sendiri menafsiri bahwa semua yang terjadi adalah wujud kasih sayang Allah kepada hambanya. Apapun versinya hanya Allah yang mengerti dibalik semua yang dikehendakiNya, baik kepada Kang Prabu atau si korban dan keluarganya.  Terkadang kita merencanakan   sesatu yang kita anggap itu baik bagi kita, ternyata Allah mentaqdirkan lain, Sebaliknya, terkadang yang tidak kita rencanakan sebelumnya, Allah memberikan  lain dari kehendak kita. 
Sahabat,, apapun yang terjadi pada kehidupan kita, baik manis atau pun pahit, enak atau pun tidak enak yang kita rasa, mari kita terima dengan lapang dada dan ikhlas tawakkal, kita serahkan semuanya kepada Allah SWT. Semoga Ramadhan bulan ini semakin menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT, Aamiin. Walloohu A’lam. *** Agiels.  

Sabtu, 02 Mei 2015

Untuk Penyiar Radio Pemula


Untuk Penyiar Radio Pemula

Oleh : Agiels Sudarmaji - otodidak


Salam silaturrahiim bagi bagi pecinta broadcasting. Sedikit saya berbagi ilmu tentang pola siarang radio, terutama bagi pemula yang masih awam tentang penyiaran dan gaya siar radio. Semoga bermanfaat.To The Point, Bagi seorang penyiar radio professional akan memmperhatikan beberapa hal yang wajib dilakukan sebelum melakukan siaran. Karena perlu diketahui satu kata akan didengarkan ribuan pendengar, baik pendengar radio aktif, pasif, serta orang radio yang sudah   sesuatu hal yang sangat vital, itupun akan sangat berpengaruh terhadap citra radio itu sendiri. 

Bagi seorang pemula, sebelum melakukan siaran harus konfirmasi terhadap kepala yang membidangi dalam radio tersebut, karena didalam siaran dituntut untuk professional. Kecuali radio tersebut radio mainan/amatiran  yang dibuat belajar. Karena dalam sebuah siaran baik televise radio/yang sudah mengudara tidak ada istilah penyiar itu belajar.

berpengalaman. Karena walau bagaimanapun kemasan acara atau gaya penyiaran akan berpengaruh dengan citra radio itu sendiri.

Langkah – langkah  sebelum siaran

 Disaat akan melakukan siaran, penyiar harus menyiapkan materi yang akan disiarkan dengan matang. Bagi pembaca berita /pemateri.

 Wajib datang sebelum jam acara yang ditenyukan. Minimal 15 menit.

Penyiar undur diri/pamit 5 menit minimal sebelum titik 0 ( untuk acara kajian dan dialog interaktif ), 10 menit ( untuk acara request ) karena ada jeda lagu dan iklan.

 Istiqomah, tepat waktu. harus menghubungi penyiar  lain jika ada halangan dijalan /telat datang.

Seorang penyiar wajib taat terhadap aturan siaran yang ditentukan oleh kepala yang membidangi penyiaran.

Menggunakan bahasa yang baik, benar, sopan.

Penyiar kajian/pemateri tidak diperkanankan membunyikan HP apalgi menerima Telp pribadi. Hal tersebut akan lebih fatal jika menerima telpon disaat siaran. Kecuali acara request. Berpengaruh terhadap karakter kita dan radio.

Vokus didepan microphone, dalam menyapa pendengar.

Penyiar tidak diperbolehkan mengotak-atik mixer yang sudah di stel petugas.

**.   Menghadirkan selingan lagu yang sopan sesuai dengan radio (komunitas kita)

1.   Penyiar dilarang berbicara dengan orang lain, kecuali saat lagu diputar, serta wajib mematikan  tombol  
      mix. ( biasanya penyiar seringa lalai hal tersebut)

2.   Menyimpang disaat memberikan materi tidak diperbolehkan.

3.   konsultasikan kepada penanggung jawab siar, jika terjadi kerancauan dalam melakukan  
      siaran, dalam arti ada perangkat  lain yang tidak berfungsi.

4.   Bisa membawa diri. Artinya disaat melakukan siaran, apapun permasalahan yang terjadi diluar, urusan  
       pribadi/ rumah tangga tidak boleh berpengaruh pada pola siaran kita.

5.   Wajib konfirmasi jika berhalangan hadir, minimal 1 jam.

Sedikit tulisan saya semoga bermanfaat.


Selasa, 24 Maret 2015

Saat Lagi Galau

Mungkin sebaiknya kita tidak memutuskan sebuah keputusan, disaat hati kita sedang tidak nyaman. Kalau anak jaman sekarang mengatakan LAGI GALAU.

Jumat, 21 November 2014

MEMAKNAI MUSIBAH
Oleh : Agiels Sudarmaji.
                Berbeda – beda memang setiap orang dalam memaknai musibah. Ada yang menganggap bahwa musibah adalah sebagai hukuman, cobaan/ujian dari Allah SWT. Saya teringat  beberapa bait kata dari KH. Abdullah gymnastyar (Aagym) Salah satu karunia Allah bagi manusia dalam menjalani kehidupan ini adalah ketika ia diberi-Nya banyak tantangan, hambatan dan persoalan. Oleh karena itu semakin banyak tantangan dan kesulitan hidup yang menghadang, Insya Allah semua itu akan menjadikan sebuah peluang untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
                Orang-orang yang hidupnya tidak pernah mengalami himpitan masalah, tidak akan memiliki tingkat kesungguhan yang tinggi dalam berharap memohon ridlo dari Allah SWT
               


Senin, 02 Juni 2014

Memahami Perjalanan Hidup & Memaafkan

oleh : Agiels Sudarmaji.

     Mungkin kita akan senang bisa mengatakan, “Rasakan apa yang aku alami akibat tindakanmu!” Namun apakah amarah itu jadi hilang? Apakah kepahitan itu jadi sirna? Apakah kebencian itu jadi luluh? Ternyata tidak. 
       Orang jawa bilang hanya rasa "NGLENGGONO"  memaafkan serta mengalah itu akan terasa lebih  nyaman dan damai. Dan itu merupakan pelajaran bagi kita bahwa tanpa ada rasa saling memaafkan terasa tidak akan pernah ada rasa nyaman dan damai.
     Maka bila terasa sulit bagi kita untuk memaafkan orang yang menyebabkan kita menderita.Kita ingat pesan Nabi SAW,  Rasulullah SAW: "Hendaknya engkau memaafkan, karena tindakan memaafkan itu akan menambahkan kemuliaan seorang hamba. Salinglah memaafkan sehingga kalian mendapatkan kemuliaan dari Allah" (Al Kafi juz 2 hal. 108 hadits no 5)
        Terkadang yang membuat kita sering  lupa, bahwa datangnya masalah atau kehadiran seseorang yang kita anggap suatu penderitaan bagi kita, ternyata itu hanya cara Allah menegur kita disaat lalai dalam hal apapun. Saat kita bahagia, saat kita lagi diuji dimudahkan dalam urusan finansial, saat kita naik jabatan, saat kita jadi oang yang berpengaruh di msyarakat, saat orang-orang disekeliling seakan menyayangi kita,  saat kita diuji dengan kesulitan hidup dan saat - saat lain yang tak terhingga. Semunya adalah cara Allah menguji kita agar kembali PadaNYA, serta wujud kasih sayang Allah  kepada kita. Insya Allah demikian.

        Sisi lain yang seharusnya kita selalu renungkan. Bahwa perjalanan hidup  kita memang berubah-ubah, begitu juga dengan nasib seseorang, silih berganti. saat bahagia, kita tak tahu apa kebahagiaan/kesenangan ini akan terus menyertai kita. Begitu pula dengan kesedihan, seakan sedih akan selalu menemani kita. Semua tinggal bagaimana kita menyikapi dan mengambil kesimpulan setiap sesuatu yang sudah ditakdirkan kepada kita, tergantung bagaimana kita melangkahkan kaki untuk trus berjalan  menempuh perjalanan tersebut.  Saat naik  kita harus naik, saat turun kita juga harus  menurun. Bukan hanya itu saja saat menuruni lembah, terkadang disitu ada banyak duri  yang menghadang. Namun kita harus berusaha menyingkirkannya, Disaat naikpun kita untuk selalu waspada, bahwa dikanan kiri kita ada tebing dan jurang, sekali kita selip dan lengah, mungkin kita akan terperosok dan jatuh. Seperti itulah kehidupan.
            Tapi kita sadar juga bahwa pahit dan manis, susah dan senangnya hidup, semua sudah digariskan Allah kepada kita. Antara susah dan senang, sulit dan mudahnya hidup Semua pasti ada sebab dan akibat.  Dari semua itu kita bisa ambil hikmahnya. Kala kita semakin banyak ujian akan terasa diri kita merasa terpompa dan kebal bila masalah yang sama akan menerpa kita. Insya Allah kita akan semakin dewasa dalam menentukan sikap kita, dalam menghadapi setiap masalah. Allah maha segalanya. Salam.

Hikmah :

Rasulullah Saw bersabda, “ Orang yg cerdik dan berakal ialah orang yang memperhitungkan keadaan dirinya dan suka beramal untuk mencari bekal sesudah matinya, sedangkan orang yang lemah ialah orang yang dirinya selalu mengikuti hawa nafsunya dan mengharap-harapkan kemurahan atas Allah yakni mengharap-harapkan kebahagiaan dan pengampunan di akhirat, tanpa beramal shaleh." (HR.Tirmidzi).

 

Selasa, 11 Februari 2014

Cara Transfer Uang dari BRI Ke Bank BCA

Terkadang kita merasa bingung mau transaksi keuanagan, karena kita cuma satu ATM misalnya. Tapi sekarang semuanya sudah mudah dan kita tdk perlu khawatir meskipun kita cuma punya satu ATM BRI saja misalnya. Nah ini ada sedikit tips mempermudah transaksi/transfer BRI ke BCA, BRI ke BNI, Mandiri dll.

Bagi Para toko online yang tidak memiliki no rekening pendukung yang banyak, kali ini saya kasih info bagaimana cara transfer pembeli menggunakan Bank BRI transfer ke rekening BCABagaimana cara tranfer uang dari bri ke bca.?
cara ini saya dapat dari pengalaman saya setiap membeli barang dengan online






Caranya cukup mudah :

1. Masukkan kartu ATM seperti biasanya dan ketik pin KARTU ATM BRI kamu, Dan pilih TRANSFER. 2. lalu pilih Tabanas
3. dan pilih KODE BANK untuk melihat bank mana yang ada kerja sama dengan bank BRI. (Untuk kode transfer dari BRI ke BCA gunakan kode 014)
4. lalu ikuti dengan nomor rekening bank tujuan misalnya, nomor tujuan rekening bca : 0359956855 setelah ditambahi kode
transfer antara rekening BRI ke rekening BCA maka menjadi 0140359956855
5. Tekan "OK" dan isikan nilai uang yang akan di transfer.
6. Konfirmasi pengiriman tekan "Ya" untuk transfer atau tekan "Tidak" untuk membatalkan.
Untuk biaya transfer kemungkinan dikenakan sekitar Rp 5000 via ATM.

untuk transfer ke bank yang lain, silahkan melihat petunjuk gambar yang ada ya...
Selamat mencoba. Salam.

Sabtu, 08 Februari 2014

Bagaimana Caranya Bersabar?

Kutipan sebagai pengingatku.

Ukhti Anita, saya mempunyai permasalahan dalam keluarga saya. Saya anak pertama dan mempunyai adik wanita satu dan sejak umur 4 tahun ayah sudah meninggal jadi ibu berjuang membesarkan kami hingga kami lulus perguruan tinggi. Ukhti, ibu saya orangnya sangat emosional dan pemarah begitu juga saya dan adik saya, sehingga saya kurang merasakan adanya ketenangan di dalam rumah saya. Sampai suatu saat saya terlepas mengatakan kata-kata kasar kepada ibu saya dan saya amat menyesalinya. Saya ingin merasakan di rumah ini damai dan tenang, bagaimana caranya? Bagaimana bersikap sabar kepada adik dan ibu saya?

Seringnya saya jika mereka melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan kebenaran yang saya alami maka saya menjawabnya sehingga pertengkaran terjadi, apakah sikap seperti ini benar atau salah? Dan bagaimana seharusnya?
Saya mohon bantuan jawabannya...
Terima kasih,
N

Jawaban

Assalammu'alaikum wr. wb.
Ukhti N yang dimuliakan Allah,
Memang tidak mudah menahan emosi ketika orang-orang di sekitar kita juga sering mengumbar emosinya. Nampaknya karakter emosional yang ukhti miliki juga dipengaruhi iklim pengasuhan ibu anda yang juga emosional. Namun dapat dimaklumi, berjuang seorang diri membesarkan dua orang anak tentu juga bukan kehidupan yang mudah bagi seorang ibu.
Sebagai seorang wanita yang juga seorang ibu, saya salut dengan ibu ukhti yang tetap seorang diri membesarkan anda dan adik tanpa ada lagi pendamping. Terbayangkah oleh ukhti, bagaimana seorang wanita harus memeras keringatnya di tengah kelemahan dan godaan yang mungkin selalu datang demi membesarkan anak-anaknya dan memberikannya pendidikan terbaik sehingga ukhti dan adik bisa sampai perguruan tinggi?
Jika mengingat perjuangan ibu ukhti dalam membesarkan anak-anaknya, rasanya memang tidak adil jika anak-anaknya yang sudah dewasa harus menuntut ibu lagi memahami anak-anaknya dan merubah dirinya di usianya yang tidak muda lagi. Dalam hal ini, sebagai anak yang sudah dewasa mungkin saatnya membalas budi kepada ibu tercinta dalam bentuk perlakuan yang lebih menahan diri dan emosi.
Saya tahu perlakuan yang emosional cenderung memancing sikap yang emosional juga. Tapi ukhti dapat menjadi pelopor untuk menjadi salah satu anggota keluarga yang bisa merubah situasi emosional ini. Belajarlah untuk melakukan tindakan lain selain menjawab dalam keadaan emosi meskipun ukhti merasa benar.
Misalnya tundalah dulu untuk bicara jika emosi tersulut, beralihlah pada tindakan lain untuk meredakan emosi. Seperti Rasulullah menyarankan jika kita marah maka duduklah, jika tidak bisa maka berdirilah dan berwudhu. Hal tersebut mungkin dapat ukhti coba, bahkan ukhti bisa sholat untuk menenangkan diri jika emosi sudah sangat memuncak.
Jika emosi reda barulah mulai bicara dengan menyampaikan "pesan saya." Ungkapkan perasaan ukhti kepada ibu atau adik pada sikap mereka yang menyinggung perasaan ukhti. Tak perlu saling debat untuk menentukan siapa yang benar karena akan kembali menyulut emosi dan kadang orang juga butuh waktu untuk memahami kesalahannya.
Jika sikap tersebut ukhti lakukan terus, semoga ibu dan adik juga jadi belajar melakukan hal serupa seperti ukhti sehingga suasana emosional dapat berkurang di rumah. Semuanya mungkin akan membutuhkan waktu, kesabaran dan usaha. Jangan berputus asa, ukhti dapat jadi pelopor sebagai orang yang cerdas emosi di rumah. Dan ketahuilah itu merupakan hadiah terindah bagi seorang ibu memiliki anak yang cerdas emosional, meski dia membesarkannya dengan segala kelemahannya. wallahu'alambishshawab.
Wassalammu'alaikum wr. wb.

Sumber :
Rr. Anita W.

Jumat, 07 Februari 2014

"SEORANG NENEK MENCURI SINGKONG KARNA KELAPARAN, HAKIM MENANGIS SAAT MENJATUHKAN VONIS''





Cerita ini saya ambil dari status teman FB ku.

Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU thdp seorg nenek yg dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar,.... namun manajer PT A**** K**** ( B**** grup ) tetap pada tunt...utannya, agar menjd contoh bg warga lainnya. Hakim Marzuki menghela nafas., dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, 'maafkan saya', ktnya sambil memandang nenek itu,. 'saya tak dpt membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jd anda hrs dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tdk mampu bayar maka anda hrs msk penjara 2,5 tahun, spt tuntutan jaksa PU'. Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, smtr hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kpd hadirin. " Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kpd tiap org yg hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yg membiarkan seseorg kelaparan sampai hrs mencuri utk memberi mkn cucunya, sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kpd terdakwa ." Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dgn mengantongi uang 3,5jt rupiah, termsk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT A**** K**** yg tersipu malu krn telah menuntutnya. Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yg bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media tuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain utk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim Marzuki yg berhati mulia.silahkan di Bagikan/share kepada teman2 Anda.