Selasa, 21 April 2020
Senin, 20 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 03 April 2020
Rabu, 01 April 2020
NGAJI GUS BAHA [ SIAPA PERTAMA YANG PALING IMAN] Ngaji tafsir QS : Al...
Yakni yang menyelimuti dirinya dengan kain ketika wahyu datang karena takut kepadanya disebabkan kemuliaannya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berselimut ini ketika Allah Subhaanahu wa Ta'aala memuliakan Beliau dengan risalah-Nya dan mulai menurunkan wahyu kepada Beliau dengan perantaraan malaikat Jibril. Ketika itu, Beliau melihat perkara yang belum pernah dilihatnya dan tidak ada yang dapat teguh menghadapinya kecuali para rasul, maka Beliau terperanjat ketika melihat malaikat Jibril ‘alaihis salam. Setelah itu, Beliau mendatangi istrinya dan berkata dalam keadaan bergemetar, “Selimutilah aku-selimutilah aku.” Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberikan keteguhan kepadanya dan wahyu pun kemudian turun beturut-turut. Demikianlah yang diterangkan sebagian mufassir.
Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan: Al Haafizh Abu Bakar Ahmad bin ‘Amr bin ‘Abdul Khaaliq Al Bazzar meriwayatkan dari Jabir ia berkata, “Orang-orang Quraisy berkumpul di Darunnadwah dan berkata, “Namailah orang ini (Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam) dengan nama yang dapat menghalangi manusia darinya.” Maka (sebagian) dari mereka berkata, “Seorang dukun.” Yang lain berkata, “Dia bukan dukun.” Sebagian mereka berkata, “Orang gila.” Sebagian lagi berkata, “Dia bukan orang gila.” Sebagian mereka berkata, “Seorang pesihir.” Sebagian lagi berkata, “Dia bukan pesihir.” Maka orang-orang musyrik berpecah belah dalam hal itu sehingga sampailah berita itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu Beliau menyelimuti dirinya dengan kainnya dan berkemul dengannya. Kemudian malaikat JIbril ‘alaihis salam datang kepadanya sambil berkata, “Wahai orang yang berselimut (muzzammil)-Wahai orang yang berkemul (muddatstsir)!” Selanjutnya Al Bazzar mengomentari hadits ini, “Mu’alla bin bin ‘Abdurrahman telah dibicarakan oleh banyak ahli ilmu, namun mereka membawa haditsnya, akan tetapi ia sendiri membawakan hadits-hadits yang tidak ada mutabi’(penguat dari jalan yang sama)nya.”
Kami tidak mengetahui, apakah surat Al Muzzammil turun karena sebab sebelumnya atau karena sebab yang diterangkan dalam tafsir Ibnu Katsir tersebut, wallahu a’lam.
Di surah ini, Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam untuk beribadah, kemudian memerintahkannya untuk bersabar terhadap gangguan kaumnya dan memerintahkan untuk tetap berdakwah serta memerintahkan Beliau untuk mengerjakan ibadah yang paling utama yaitu shalat dan di waktu yang paling utama, yaitu malam.
[2] Abu Dawud meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Ibnu Abbas ia berkata, “Ketika turun awal surah Al Muzzammil, maka mereka (para sahabat) melakukan qiyamullail seperti yang mereka lakukan di bulan Ramadhan sehingga turun ayat terakhir, dimana antara awal ayat dan akhirnya jarak turunnya hampir setahun.” (Syaikh Muqbil berkata, “Hadits ini para perawinya adalah para perawi hadits shahih selain Ahmad bin Muhammad Al Marwaziy Abul Hasan, namun ia tsiqah. Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Ibnu Jarir di juz 29 hal. 124-125 dimana para perawinya adalah para perawi hadits shahih. Ibnu Abi Hatim juga meriwayatkannya dalam Tafsir Ibnu Katsir juz 4 hal. 436 dan para perawinya adalah para perawi hadits shahih.”).
Dengan demikian, shalat malam pada mulanya wajib, sebelum turun ayat ke 20 dalam surat ini. setelah turunnya ayat ke 20 ini hukumnya menjadi sunat.
Kamis, 19 Maret 2020
NGAJI GUS BAHA " Mengembalikan Islam seperti visi-visi Rosululloh"
<iframe width="459" height="344" src="https://www.youtube.com/embed/2mguHNGhOi0?clip=
Senin, 08 Januari 2018
Perlakuan Finance Terhadap Nasabah
Sungguh Derita diatas derita.
Mendengar cerita miris dari saudara saya yang bernama Pak No. Dia seorang tukang kayu yang hidupnya pas pasan. Karna untuk memenuhi kebutuhan dan alat transportasi, ahirnya memberanikan diri untuk kredit sepeda motor Honda REVO. Meskipun kadang telat bayar ahirnya finish juga angsuranya yakni 35 x selama tiga tahun, dengan angsuran sebesar 415.000/ bulan. Kalau ditotal nilainya hampir 20 juta. Selang kurang lebih 1 th stelah lunas semuanya angsuran, ada kebutuhan lg yakni harus ambil Listrik sendiri, alias pasang baru, karena selama ini kebutuhan listrik masih ikut anaknya. Ahirnya untuk mendapatkan uang biaya pemasangan listrik baru tersebut kembali leasing BPKB motor revo tersebut sebagai jaminan. Total pinjaman 5 juta selama 17 bulan. dengan angsuran 465.000,- perbulan. Kalau ditotal hampir 8 juta dana yang sudah masuk ke FIF sebagai angsuran tersebut. Sedangkan nilai motor tersebut saat ini kurang lebih 6 juta rupiah.
Dana sebesar 5 juta, selain untuk biaya pemasangan listrik baru, 1.800.000,- selebihnya untuk menutup kebutuhan yang lain. angsuran demi angsuran dilewati meskipun trasa berat, karena sebagai seorang tukang kayu. kadang juga sepi. Selain debt collektor yang datang, pembayaran dilakukan di Alfa Mart terdekat plus bunga/ denda keterlambatan. Karena saat itu ditinggal kerja dijakarta, dan masih kurang 1 X angsuran lagi harus tersendat dan kena denda. Hingga ahir bulan desember 2017 didatangi 2 orang deptcollektor. Ternyata mereka berdua adalah external yang biasa narik sepeda yang angsuranya macet.
Setelah melalui pembicaraan ahirnya Pak No berjanji untuk menyelesaikan sisa angsuran yg tinggal 1 serta dendanya yakni pada tgl 10 januari 2018 ini.
Dan yang kejam dirasa Oleh Pak No adalah rayuan 2 orang dept collektor/external, bahwa ahir tahun ini ada diskon yang hanya membayar 500.000 saja. Tapi dengan catatan harus datang ke kantor FIF. Ahirnya Pakno menurut saja karna dibujuk untuk pergi ke kantor FIF Bojonegoro. stelah membayar nanti dijanjikan BPKB lgsg boleh dibawa pulang. Pikir Pak No betapa senangnya.
Tetapi setelah dikantor FIF tersebut. ternyata hanya akal - akalan dari petugas external tersebut, agar motor bisa dibawa dan serahkan ke kantor. Tapi setelah itu uang 500.000 yang harapanya bisa melunasinya ternyata tidak. petugas FIF menyodorkan tagihan sebesar 1 juta. Kaget, Karena tidak cukup uang harus pulang untuk cari pinjaman lagi. disamping itu, Kang No yang belum tahu akan dalam hal ini menurut saja disuruh tanda tangan, entah apa isi perjanjian tsb. Yang jelas adalah untuk merayu agar mau tanda tangan kalau motor sudah diserahkan ke pihak FIF Bojonegoro. Dengan begitu dua orang si external bisa cair upahnya.
Karena uangnya tidak cukup ahirnya pulang kembali. Keesokan harinya kembali lagi kekantor FIF untuk membayar uang 1 juta yang dijanjiakan kemarin. Namun ternyata belum selesai sampai disitu. Pihak FIF memberitahu lagi bahwa pembayaran yg harus dibayar sebesar 1.5 juta. Setelah keesokan harinya lagi kembali Pak No datang ke kantor FIF dengan membawa uang sejumlah tersebut untuk ambil bpkb dan sepeda motornya. Ternyat tidak cukup disitu lagi, Dia diharuskan membayar 3.000.000,- .
Berhubung masih juga tidak cukup, sambil emosi karena kesal atas perlakuan pihak FIF ahirnya Pak No pulang kembali dengan setumpuk kekecewaan atas perlakuan tersebut.
Setelah mencari tambahan belum dapat ahirnya ada surat yg datang kerumah yang isinya motor harus ditebus sebesar 6 juta. krna pada tgl 29 des 2017 kalau tidak bisa bayar motor dilelang.
Itulah !!! betapa kejamnya finance, untuk melukai saudaranya sendiri. semua karyawan juga wong jowo, tp malah mateni dalan pangane sedulur dewe. Bayangkan selama 3 th mengangsur motor honda revo yang hampir 20 juta. Bukan itu saja. setelah Bpkb dilesingkan sebesar 5 jt, serta jumlah total yang harus dibayar hampir 8 juta, angsuran yang tinggal 1 saja. dan ada sesikit denda, motor harus diminta. Kasihan si Pak No saat ini, mau pergi kemana harus cari pinjaman sepeda, karna motor tsb adalah satu satunya sarana untuk mencari nafkah sehari hari. Setelah peristiwa itu, pernah beberapa kali berangakat dan pulang kerja dengan berjalan kaki. menempuh perjalanan kurang lebih 2 km.
Semoga pimpinan perusahaan membaca derita Pak No ini. mari kita rasakan seandainya kita yang mengalami hal seperti ini. Orang buta saja bisa merasakan pedih dan sakit bila mengalami peristiwa ini. "KECUALI YANG BUTA MATA HATI"
Tgl 5 Januari pihak FIF ngebel pak No, yang masih suruh memabayar 3 juta dan diberi batas tgl 6 januari 2018. Karena sebelumnya minta bantuan pak lurah setempat untuk mendatangi kantor FIF tersebut. Tetapi Pak No masih keberatan kalau harus membayar 3 juta lagi.
Yang diinginkan Pak No adalah membayar sesuai tagihan yang sebenatnya. Yakni 1 angsuran beserta denda keterlambatan.
Mendengar cerita miris dari saudara saya yang bernama Pak No. Dia seorang tukang kayu yang hidupnya pas pasan. Karna untuk memenuhi kebutuhan dan alat transportasi, ahirnya memberanikan diri untuk kredit sepeda motor Honda REVO. Meskipun kadang telat bayar ahirnya finish juga angsuranya yakni 35 x selama tiga tahun, dengan angsuran sebesar 415.000/ bulan. Kalau ditotal nilainya hampir 20 juta. Selang kurang lebih 1 th stelah lunas semuanya angsuran, ada kebutuhan lg yakni harus ambil Listrik sendiri, alias pasang baru, karena selama ini kebutuhan listrik masih ikut anaknya. Ahirnya untuk mendapatkan uang biaya pemasangan listrik baru tersebut kembali leasing BPKB motor revo tersebut sebagai jaminan. Total pinjaman 5 juta selama 17 bulan. dengan angsuran 465.000,- perbulan. Kalau ditotal hampir 8 juta dana yang sudah masuk ke FIF sebagai angsuran tersebut. Sedangkan nilai motor tersebut saat ini kurang lebih 6 juta rupiah.
Dana sebesar 5 juta, selain untuk biaya pemasangan listrik baru, 1.800.000,- selebihnya untuk menutup kebutuhan yang lain. angsuran demi angsuran dilewati meskipun trasa berat, karena sebagai seorang tukang kayu. kadang juga sepi. Selain debt collektor yang datang, pembayaran dilakukan di Alfa Mart terdekat plus bunga/ denda keterlambatan. Karena saat itu ditinggal kerja dijakarta, dan masih kurang 1 X angsuran lagi harus tersendat dan kena denda. Hingga ahir bulan desember 2017 didatangi 2 orang deptcollektor. Ternyata mereka berdua adalah external yang biasa narik sepeda yang angsuranya macet.
Setelah melalui pembicaraan ahirnya Pak No berjanji untuk menyelesaikan sisa angsuran yg tinggal 1 serta dendanya yakni pada tgl 10 januari 2018 ini.
Dan yang kejam dirasa Oleh Pak No adalah rayuan 2 orang dept collektor/external, bahwa ahir tahun ini ada diskon yang hanya membayar 500.000 saja. Tapi dengan catatan harus datang ke kantor FIF. Ahirnya Pakno menurut saja karna dibujuk untuk pergi ke kantor FIF Bojonegoro. stelah membayar nanti dijanjikan BPKB lgsg boleh dibawa pulang. Pikir Pak No betapa senangnya.
Tetapi setelah dikantor FIF tersebut. ternyata hanya akal - akalan dari petugas external tersebut, agar motor bisa dibawa dan serahkan ke kantor. Tapi setelah itu uang 500.000 yang harapanya bisa melunasinya ternyata tidak. petugas FIF menyodorkan tagihan sebesar 1 juta. Kaget, Karena tidak cukup uang harus pulang untuk cari pinjaman lagi. disamping itu, Kang No yang belum tahu akan dalam hal ini menurut saja disuruh tanda tangan, entah apa isi perjanjian tsb. Yang jelas adalah untuk merayu agar mau tanda tangan kalau motor sudah diserahkan ke pihak FIF Bojonegoro. Dengan begitu dua orang si external bisa cair upahnya.
Karena uangnya tidak cukup ahirnya pulang kembali. Keesokan harinya kembali lagi kekantor FIF untuk membayar uang 1 juta yang dijanjiakan kemarin. Namun ternyata belum selesai sampai disitu. Pihak FIF memberitahu lagi bahwa pembayaran yg harus dibayar sebesar 1.5 juta. Setelah keesokan harinya lagi kembali Pak No datang ke kantor FIF dengan membawa uang sejumlah tersebut untuk ambil bpkb dan sepeda motornya. Ternyat tidak cukup disitu lagi, Dia diharuskan membayar 3.000.000,- .
Berhubung masih juga tidak cukup, sambil emosi karena kesal atas perlakuan pihak FIF ahirnya Pak No pulang kembali dengan setumpuk kekecewaan atas perlakuan tersebut.
Setelah mencari tambahan belum dapat ahirnya ada surat yg datang kerumah yang isinya motor harus ditebus sebesar 6 juta. krna pada tgl 29 des 2017 kalau tidak bisa bayar motor dilelang.
Itulah !!! betapa kejamnya finance, untuk melukai saudaranya sendiri. semua karyawan juga wong jowo, tp malah mateni dalan pangane sedulur dewe. Bayangkan selama 3 th mengangsur motor honda revo yang hampir 20 juta. Bukan itu saja. setelah Bpkb dilesingkan sebesar 5 jt, serta jumlah total yang harus dibayar hampir 8 juta, angsuran yang tinggal 1 saja. dan ada sesikit denda, motor harus diminta. Kasihan si Pak No saat ini, mau pergi kemana harus cari pinjaman sepeda, karna motor tsb adalah satu satunya sarana untuk mencari nafkah sehari hari. Setelah peristiwa itu, pernah beberapa kali berangakat dan pulang kerja dengan berjalan kaki. menempuh perjalanan kurang lebih 2 km.
Semoga pimpinan perusahaan membaca derita Pak No ini. mari kita rasakan seandainya kita yang mengalami hal seperti ini. Orang buta saja bisa merasakan pedih dan sakit bila mengalami peristiwa ini. "KECUALI YANG BUTA MATA HATI"
Tgl 5 Januari pihak FIF ngebel pak No, yang masih suruh memabayar 3 juta dan diberi batas tgl 6 januari 2018. Karena sebelumnya minta bantuan pak lurah setempat untuk mendatangi kantor FIF tersebut. Tetapi Pak No masih keberatan kalau harus membayar 3 juta lagi.
Yang diinginkan Pak No adalah membayar sesuai tagihan yang sebenatnya. Yakni 1 angsuran beserta denda keterlambatan.
Selasa, 03 Oktober 2017
Masjid Namira
Semakin hari semakin banyak masjid ini dikunjungi, yaitu masjid "Namira" Bangunan masjid yang terletak di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, Lamongan ini lebih menyerupai bangunan masjid minimalis seperti layaknya masjid-masjid di timur tengah.Masyarakat dan para jamaah dibuat takjub dengan bangunan yang megah dan halaman parkir yang luas serta suasana bersih dan asri. Tak hanya itu saja kekhasan yang dimiliki Masjid Namira. Saat masuk ke masjid yang dibangun tahun 2013 lalu, sebuah kiswah berukuran besar di bagian depan mihrab imam yang sengaja didatangkan dari Masjidil Haram, berdiri kokoh dan dilindungi kaca. Kiswah-kiswah berukuran kecil pun juga dipajang di sekeliling area dalam masjid, menambah ketakjuban.
Tak hanya kiswah, masyarakat dan jamaah bisa mencium wewangian khas Tanah Suci Mekkah seakan menambah kerinduan akan Baitulloh. Tak bisa dipungkiri, siapa saja yang menginjakkan kaki ke dalam masjid juga dimanjakan dengan empuknya karpet seperti berada di Roudhoh Madinah atau rumah Rosulullah SAW. Suasana adem dan khusyuk pun terasa saat menjalankan salat.
Fasilitas-fasilitas masjid milik warga Lamongan ini juga menyediakan kursi roda dan tempat duduk bagi jamaah yang tidak bisa melakukan salat dengan berdiri. Tak jarang, pengunjung dari bebagai daerah itu juga bisa jadi ajang berswafoto.
Tak hanya arsitektur bangunan masjid saja yang disamakan. Tata letak tempat wudhu juga dibangun dengan nuansa khas Masjidil Haram dan Madinah.
Konon, sebelumnya masjid memiliki luas 1 hektar dan mampu menampung 500 jamaah. Namun pada perkembangannya, masjid ini diperluas dan dibangun lagi kurang lebih 2,7 hektar dan mampu menampung tiga kali lipat dari bangunan sebelumnya.
Ahirnya terpenuhi sudah keinginan saya untuk mengunjungi masjid Namira ini. Suasana kedamaian kita temui disana.
Selasa, 29 Agustus 2017
Secangkir
Dari sowan kepada Al- Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan*28 Maret
2017. bersama Radio Nuansa Fm Bojonegoro.
Kalau ingin cepat terkabul hajatnya kuncinya yg LOMAN / Dermawan
Jaga aqidah ahlus sunah wal jama'ah, yg diwadahi di NU, dulu mbah Hasyim Asy'ari
sebelum mendirikan NU terkebih dahulu sowan kepada Habib Hasyim bin umar bin
Yahya ( kakek Habib Luthfi), & kpd Syaikhona Kholil Bangkalan, setelah kedua ulama
tsb memberikan isyarah utk " Terus" maka Mbah Hasyim Asy'ari kemudian
mewujudkannya bersama sahabat2 beliau
Artinya NU penuh dgn isyarah2 baik dari ulama2 besar.
Kalau hadiah fatihah jgn lupa menyebut ulama2 NU yg telah wafat terutama para
pendirinya
Hadiah Fatihah itu kalau bisa ditafshil ( sebut namanya satu, satu, jgn diglobal.
Kalau ada tokoh lain daerah yg wafat, bacakan tahlil & Ajak orang2 walaupun hanya 10
atau 15 menit, utk kerukunan , kebersaman & persatuan kita.
Budaya NU jgn sampe luntur, Tahlil, Manaqib, maulid dll, lewat acara2 tsb kita
menyatukan umat, & supaya terus tersambung dgn guru2 kita, inilah yg dilakukan para
sesepuh
( membuat pandai umat itu lebih mudah daripada menyatukan mereka)
mhn maaf apabila ada kesalahan
smg bermanfaat. Aamiin,
intisari petuah yang disampaikan kepada kami se-rombongan.
(Ust. Ach. Ruhani)
2017. bersama Radio Nuansa Fm Bojonegoro.
Kalau ingin cepat terkabul hajatnya kuncinya yg LOMAN / Dermawan
Jaga aqidah ahlus sunah wal jama'ah, yg diwadahi di NU, dulu mbah Hasyim Asy'ari
sebelum mendirikan NU terkebih dahulu sowan kepada Habib Hasyim bin umar bin
Yahya ( kakek Habib Luthfi), & kpd Syaikhona Kholil Bangkalan, setelah kedua ulama
tsb memberikan isyarah utk " Terus" maka Mbah Hasyim Asy'ari kemudian
mewujudkannya bersama sahabat2 beliau
Artinya NU penuh dgn isyarah2 baik dari ulama2 besar.
Kalau hadiah fatihah jgn lupa menyebut ulama2 NU yg telah wafat terutama para
pendirinya
Hadiah Fatihah itu kalau bisa ditafshil ( sebut namanya satu, satu, jgn diglobal.
Kalau ada tokoh lain daerah yg wafat, bacakan tahlil & Ajak orang2 walaupun hanya 10
atau 15 menit, utk kerukunan , kebersaman & persatuan kita.
Budaya NU jgn sampe luntur, Tahlil, Manaqib, maulid dll, lewat acara2 tsb kita
menyatukan umat, & supaya terus tersambung dgn guru2 kita, inilah yg dilakukan para
sesepuh
( membuat pandai umat itu lebih mudah daripada menyatukan mereka)
mhn maaf apabila ada kesalahan
smg bermanfaat. Aamiin,
intisari petuah yang disampaikan kepada kami se-rombongan.
(Ust. Ach. Ruhani)
Kamis, 24 Agustus 2017
Kisah Kejujuran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Saat Dirampok
Sahabat, mari kita belajar dari Kisah Kejujuran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Saat Dirampok , Suatu hari Abdul Qadir yang masih belia meminta izin ibundanya untuk pergi ke kota Bagdad. Bocah ini ingin sekali mengunjungi rumah orang-orang saleh di sana dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari mereka.
Sang ibunda merestui. Diberikanlah kepada Abdul Qadir empat puluh dinar sebagai bekal perjalanan. Agar aman, uang disimpan di sebuah saku yang sengaja dibuat di posisi bawah ketiak. Sang ibunda tak lupa berpesan kepada Abdul Qadir untuk senantiasa berkata benar dalam setiap keadaan. Ia perhatikan betul pesan tersebut, lalu ia keluar dengan mengucapkan salam terakhir.
“Pergilah, aku sudah menitipkan keselamatanmu pada Allah agar kamu memperoleh pemeliharaan-Nya,” pinta ibunda Abdul Qadir.
Bocah pemberani itu pun pergi bersama rombongan kafilah unta yang juga sedang menuju ke kota Bagdad. Ketika melintasi suatu tempat bernama Hamdan, tiba-tiba enam puluh orang pengendara kuda menghampiri lalu merampas seluruh harta rombongan kafilah.
Yang unik, tak satu pun dari perampok itu menghampiri Abdul Qadir. Hingga akhirnya salah seorang dari mereka mencoba bertanya kepadanya, “Hai orang fakir, apa yang kamu bawa?”
“Aku membawa empat puluh dinar,” jawab Abdul Qadir polos.
“Di mana kamu meletakkannya?”
“Aku letakkan di saku yang terjahit rapat di bawah ketiakku.”
Perampok itu tak percaya dan mengira Abdul Qadir sedang meledeknya. Ia meninggalkan bocah laki-laki itu.
Selang beberapa saat, datang lagi salah satu anggota mereka yang melontarkan pertanyaan yang sama. Abdul Qadir kembali menjawab dengan apa adanya. Lagi-lagi, perkataan jujurnya tak mendapat respon serius dan si perampok ngelonyor pergi begitu saja.
Pemimpin gerombolan perampok tersebut heran ketika dua anak buahnya menceritakan jawaban Abdul Qadir. “Panggil Abdul Qadir ke sini!” Perintahnya.
“Apa yang kamu bawa?” Tanya kepala perampok itu.
“Empat puluh dinar.”
“Di mana empat puluh dinar itu sekarang?”
“Ada di saku yang terjahit rapat di bawah ketiakku.”
Benar. Setelah kepala perampok memerintah para anak buah menggledah ketiak Abdul Qadir, ditemukanlah uang sebanyak empat puluh dinar. Sikap Abdul Qadir itu membuat para perampok geleng-geleng kepala. Seandainya ia berbohong, para perampok tak akan tahu apalagi penampilan Abdul Qadir saat itu amat sederhana layaknya orang miskin.
“Apa yang mendorongmu mengaku dengan sebenarnya?”
“Ibuku memerintahkan untuk berkata benar. Aku tak berani durhaka kepadanya,” jawab Abdul Qadir.
Pemimpin perampok itu menangis, seperti sedang dihantam rasa penyesalan yang mendalam. “Engkau tidak berani ingkar terhadap janji ibumu, sedangkan aku sudah bertahun-tahun mengingkari janji Tuhanku.”
Dedengkot perampok itu pun menyatakan tobat di hadapan Abdul Qadir, bocah kecil yang kelak namanya harum di mata dunia sebagai Sulthanul Auliya’ Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Drama pertobatan ini lantas diikuti para anak buah si pemimpin perampok secara massal.
Kisah ini diceritakan dalam kitab Irsyadul ‘Ibad karya Syekh Zainuddin bin Abdul ‘Aziz al-Malibari, yang mengutip cerita dari al-Yafi’i, dari Abu Abdillah Muhammad bin Muqatil, dari Syekh abdul Qadir al-Jailani. (Mahbib)
Diambil dari rubrik hikmah NU.Or.id
Sang ibunda merestui. Diberikanlah kepada Abdul Qadir empat puluh dinar sebagai bekal perjalanan. Agar aman, uang disimpan di sebuah saku yang sengaja dibuat di posisi bawah ketiak. Sang ibunda tak lupa berpesan kepada Abdul Qadir untuk senantiasa berkata benar dalam setiap keadaan. Ia perhatikan betul pesan tersebut, lalu ia keluar dengan mengucapkan salam terakhir.
“Pergilah, aku sudah menitipkan keselamatanmu pada Allah agar kamu memperoleh pemeliharaan-Nya,” pinta ibunda Abdul Qadir.
Bocah pemberani itu pun pergi bersama rombongan kafilah unta yang juga sedang menuju ke kota Bagdad. Ketika melintasi suatu tempat bernama Hamdan, tiba-tiba enam puluh orang pengendara kuda menghampiri lalu merampas seluruh harta rombongan kafilah.
Yang unik, tak satu pun dari perampok itu menghampiri Abdul Qadir. Hingga akhirnya salah seorang dari mereka mencoba bertanya kepadanya, “Hai orang fakir, apa yang kamu bawa?”
“Aku membawa empat puluh dinar,” jawab Abdul Qadir polos.
“Di mana kamu meletakkannya?”
“Aku letakkan di saku yang terjahit rapat di bawah ketiakku.”
Perampok itu tak percaya dan mengira Abdul Qadir sedang meledeknya. Ia meninggalkan bocah laki-laki itu.
Selang beberapa saat, datang lagi salah satu anggota mereka yang melontarkan pertanyaan yang sama. Abdul Qadir kembali menjawab dengan apa adanya. Lagi-lagi, perkataan jujurnya tak mendapat respon serius dan si perampok ngelonyor pergi begitu saja.
Pemimpin gerombolan perampok tersebut heran ketika dua anak buahnya menceritakan jawaban Abdul Qadir. “Panggil Abdul Qadir ke sini!” Perintahnya.
“Apa yang kamu bawa?” Tanya kepala perampok itu.
“Empat puluh dinar.”
“Di mana empat puluh dinar itu sekarang?”
“Ada di saku yang terjahit rapat di bawah ketiakku.”
Benar. Setelah kepala perampok memerintah para anak buah menggledah ketiak Abdul Qadir, ditemukanlah uang sebanyak empat puluh dinar. Sikap Abdul Qadir itu membuat para perampok geleng-geleng kepala. Seandainya ia berbohong, para perampok tak akan tahu apalagi penampilan Abdul Qadir saat itu amat sederhana layaknya orang miskin.
“Apa yang mendorongmu mengaku dengan sebenarnya?”
“Ibuku memerintahkan untuk berkata benar. Aku tak berani durhaka kepadanya,” jawab Abdul Qadir.
Pemimpin perampok itu menangis, seperti sedang dihantam rasa penyesalan yang mendalam. “Engkau tidak berani ingkar terhadap janji ibumu, sedangkan aku sudah bertahun-tahun mengingkari janji Tuhanku.”
Dedengkot perampok itu pun menyatakan tobat di hadapan Abdul Qadir, bocah kecil yang kelak namanya harum di mata dunia sebagai Sulthanul Auliya’ Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Drama pertobatan ini lantas diikuti para anak buah si pemimpin perampok secara massal.
Kisah ini diceritakan dalam kitab Irsyadul ‘Ibad karya Syekh Zainuddin bin Abdul ‘Aziz al-Malibari, yang mengutip cerita dari al-Yafi’i, dari Abu Abdillah Muhammad bin Muqatil, dari Syekh abdul Qadir al-Jailani. (Mahbib)
Diambil dari rubrik hikmah NU.Or.id
Sabtu, 19 Agustus 2017
Kelemahan dan Kelebihan FULL DAY SCHOOL
Beberapa bulan terahir ini, dunia pendidikan dihebohkan dengan kebijakan pemerintah yakni FULL DAY SCHOOL, tanggapan masyarakat yang beragam mewarnai kebijakan tersebut. Antara yang pro dan kontra, karena setiap kebijakan baru didunia pendidikan pasti ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Nah disini ada sisi positifnya tentang kebijakan dan alasan - alasan tentang hal tersebut. Tapi disisi lain saya memandang bagaimana nasib para pengajar ngaji yang dikampung - kampung termasuk guru TPA/TPQ/Diniyah dll.
Full Day School juga memperhatikan kegiatan ekstrakurikuler, sistem pengajarannya sangat menyenangkan, serta memberikan pengalaman belajar yang luas pada anak berikut keunggulan full day school dan kelemahan fullday schoolBaharudin (2010: 223-224) menjelaskan ada berbagai alasan orang tua memilih full day school sebagai pendidikan anaknya, antara lain:
Banyaknya orangtua tunggal dan padatnya aktivitas orangtua yang kurang memberikan perhatian pada anaknya, terutama yang berkaitan dengan aktivitas anak setelah pulang dari sekolah;
Perubahan sosial-budaya yang terjadi di masyarakat (dari masyarakat agraris menuju ke masyarakat industri) yang mempengaruhi pola pikir dan cara pandangnya;
Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga jika tidak dicermati, maka dapat menjadi korban teknologi komunikasi.
Baharudin (2010: 225) menyatakan bahwa “konsep pengembangan dan inovasi pembelajaran sistem full day school didesain untuk mengembangkan kreativitas anak mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotor”. Full day school memiliki keunggulan dan beberapa nilai plus diantaranya: Anak memperoleh pendidikan umum antisipasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan;
Anak mendapatkan pendidikan kepribadian yang bersifat antisipatif terhadap perkembangan sosial budaya yang ditandai dengan derasnya arus informasi dan globalisasi;
Potensi anak tersalurkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan sekolah;
Perkembangan bakat, minat, dan kecerdasan terantisipasi sejak dini melalui pantauan program bimbingan dan konseling.
Baharudin (2010: 226) menyatakan bahwa full day school juga memiliki kelebihan yang membuat para orang tua tidak khawatir dengan anaknya, yakni:
Pengaruh negatif kegiatan anak di luar sekolah dapat dikurangi seminimal mungkin karena waktu pendidikan anak di sekolah lebih lama;
Anak dididik oleh tenaga kependidikan yang terlatih dan profesional;
Adanya perpustakaan yang nyaman dan representative sehingga membantu peningkatan prestasi belajar anak; Siswa mendapat pelajaran dan bimbingan ibadah praktis (doa makan, doa-doa harian, dan lain-lain).
Hasan (2006: 114-115) menyatakan bahwa “sistem full day school lebih memungkinkan terwujudnya pendidikan utuh meliputi tiga bidang yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik”. Full day school lebih memungkinkan terwujudnya intensifikasi dan efektivitas proses edukasi. Siswa lebih mudah diarahkan dan dibentuk sesuai dengan visi dan misi sekolah, sebab aktivitas siswa lebih mudah terpantau karena sejak awal sudah diarahkan. Kuswandi (2012) dalam Azizah (2014: 16) menyatakan bahwa ‘full day school memberikan efek positif karena anak-anak akan lebih banyak belajar dari pada bermain yang bermuara pada produktivitas tinggi, siswa menunjukkan sikap yang lebih positif, terhindar dari penyimpangan karena seharian berada di kelas dan dalam pengawasan guru’.
Namun demikian, Hasan (2006: 116) mengungkapkan sistem pembelajaran model full day school ini tidak terlepas dari kelemahan atau kekurangan antara lain:
Sistem full day school acapkali menimbulkan rasa bosan pada siswa. Sistem pembelajaran dengan pola full day school membutuhkan kesiapan baik fisik, psikologis, maupun intelektual yang bagus. Jadwal kegiatan pembelajaran yang padat dan penerapan sanksi yang konsisten dalam batas tertentu akan meyebabkan siswa menjadi jenuh. Namun bagi mereka yang telah siap, hal tersebut bukan suatu masalah, tetapi justru akan mendatangkan keasyikan tersendiri, oleh karenanya kejelian dan improvisasi pengelolaan dalam hal ini sangat dibutuhkan. Keahlian dalam merancang full day school sehingga tidak membosankan.
Sistem full day school memerlukan perhatian dan kesungguhan manajemen bagi pengelola, agar proses pembelajaran pada lembaga pendidikan yang berpola full day school berlangsung optimal, sangat dibutuhkan perhatian dan curahan pemikiran terlebih dari pengelolaannya, bahkan pengorbanan baik fisik, psikologis, material dan lainnya. Tanpa hal demikian, full day school tidak akan mencapai hasil optimal bahkan boleh jadi hanya sekedar rutinitas yang tanpa makna.
Berdasarkan paparan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa keunggulan full day school yakni para peserta didik diberikan pendidikan secara umum sebagaimana sekolah dasar konvensional lainnya untuk mengantisipasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Peserta didik mendapatkan pendidikan utuh meliputi tiga ranah yakni kognitif, afektif, psikomotorik. Peserta didik mendapat pelajaran dan bimbingan ibadah praktis (doa makan, doa-doa harian, dan lain-lain).
Keunggulan full day school lainnya adalah anak dapat meningkatkan prestasi belajarnya dengan perpustakaan yang representative. Serta potensi anak tersalurkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan sekolah. Namun demikian, sistem pembelajaran model full day school ini tidak terlepas dari kelemahan atau kekurangan yang didapati. Tapi yang terpenting adalah dari beberapa kekurangan dan kelemahan itu bisa dijadikan bahan refleksi dan evaluasi untuk terus memperbaiki dan mengembangkan sistem full day school untuk mendapatkan keunggulan full day school.
sumber, http://silabus.org/keunggulan-full-day-school/
sumber, http://silabus.org/keunggulan-full-day-school/
Selasa, 01 Agustus 2017
Selamat Ulang Tahun Istriku tercinta.
Melodi cinta yang indah,
“bila si dia berpolah, ku tak pernah marah, bila si dia yang
marah, itu hanya manja, saying supaya disayang sayang, inginnya disayang..
Dalam liku bercinta, terdapat tempat duka, itu bunga bahagia
derita dalam lembaran cinta, walau sakit terasa, itu
garamnya cinta
yang menambah nambah kasih saying dan keindahan…..he he.
Sekian lama kau mendampingiku dalam suka maupun duka.
Pengorbanan seorang guru PAUD/RA saya merasakan begitu beratnya. Dari mulai bangun pagi, sampai beranjak tidur kembali. Selain menunaikan kewajiban seorang istri dan keluarga untuk menyiapkan sarapan pagi anak-anak. Selain tugas sehari – hari jika hendak berangkat mencuci pakian dan lain sebagainya. Dalam menjalankan ke-istiqomahanya, setiap hari si istri bangun duluan sekira jam 3 meskipun suami dan anak masih tertidur lelap. Tak lupa untuk memanjatkan do’a – do’a untuk keluarga, anak – anak serta anak didiknya yang masih PAUD/RA dan murid-muridnya.
Merupakan tugas berat seorang guru PAUD/RA, akan tanggung
jawab “ngemong” anak – anak sebagai generasi penerus agama, bangsa dan Negara.
Sekaligus tanggung jawabnya dalam mengemban amanat yang diberikan Allah kepada
kita.
Cita – cita seorang guru yang sanagat besar. Untuk mewujudkan anak-anak yang diasuh, diajar dan
dibimbing akan menjadi insan-insan yang dapat menumbuhkan akhlaq dan
peribadi yang dikehendaki Islam selaras dengan Al-Quran dan Sunnah.
Terkadang,
bermacam cerita yang menimpa anak didiknya. Diantaranya
membersihkan saat murid buang air, kencing dicelana, hidungnya yang mbeleer
merusakkan mainan – mainan, menangis yang susah dihentikan dan bermacam-macam
lagi kejadian yang melibatkan murid,
wali murid dan guru. Walau
sebenarnya diusia dini ini, peran orang
tua dirumah harus ektra untuk membimbang dan mendidik anak – anak. Kalau
disekolahan sepenuhnya adalah tugas guru.
Saya pribadi sebagai
seoarang suami yang kebetulan mempunyai istri
seorang guru PAUD/RA ikut andil dalam mengerjakan tugas – tugas lain yang sekiranya istri tidak mampu untuk
mengerjakanya. Termasuk menulis, membuat mainan, gambar – gambar juga termasuk
alat – alat peraga yang lain. Demi anak didik tercinta disekolahnya. Saya
selalu mendukung dari awal menjadi seorang pendidik, yakni seoarang guru PAUD/RA. Sejak tahun 1995-1996 sekaligus kami
berdua membina rumah tangga saat itu.
Gaji Guru PAUT/ RA.
Di era seperti tahun ini, mungkin kita sendiri semua tahu,
bahwa gaji seoarng guru serta kemakmuranya, apalagi ditunjang sertifikasi, gaji
ke 13 jika guru negeri dan lain – lain.
Untuk mendukung istri dalam mengamalkan ilmunya saat itu
gaji guru maaf, tidak seberapa. Namun untuk membesarkan hatinya saya katakan”
aku sing mbayari” saya yang membayarmu ibaratnya seperti itu bila harus
menuntut gaji, asal terus bisa bertahan untuk mengajar anak- anak untuk menjadi
guru RA waktu itu belum ada PAUD.
Sudah saatnya lah kita mengamalkan kembali ilmu –ilmu dari
sekolah yang kita dapat semasa kecil dulu. Gurulah yang menyebabkan kita semua
mengenal A,B,C…. alif, baa,taa…. 1, 2, 3…dan sebagainya…. Jika bukan dari
seorang guru, maka tidaklah lahir seorang
guru, dokter, orang politik, pegawai-pegawai, pengurus-pengurus dan
berbagai-bagai jenis manusia yang bermula dari tahu membaca dan mengeja. Yang
utama adalah menanamkan ketauhidan Anak mengenal Tuhan. Allah lah Tuhan kita,
Muhammad - lah Nabi kita. Maka,
seharusnyalah kita semua untuk
mengingati dan menghormati semua jasa para Guru.
Memang tidak boleh dinafikan betapa besarnya pengorbanan seorang
guru dalam mendidik anak-anak menjadi orang yang berguna kepada diri, keluarga,
masyarakat, agama dan negara.
Ini adalah tahun ke 22 dalam mengabdi dalam usianya yang ke-
42 th saat ini.
Kadang-kadang kita melihat para guru yang mendidik anak-anak/murid
sehingga ada yang tidak sempat meluangkan masa untuk anak-anak mereka sendiri.
Namun apa yang kita harapkan guru-guru semua ikhlas dalam pengorbanan tersebut.
Yang membuat saya terketuk hati, ada sebuah catatan kecil
yang perlu kita kembali menata niat kita. Yaitu istri menceritakan bahwa tahun
ini sertifikasinya terancam tidak cair. Dengan tersenyum pula aku katakana “
rejeki sudah ada yang mengatur, juga tidak akan tertukar. Kalo memang tahun ini
tidak cair, tidak usah gusar. Insya Allah rejeki lain, nikmat lain kita tidak bisa menghitungnya” kataku, sekaligus
kesepakatan kami untuk selalu ihlas apa yang sudah Allah berikan.
Alasan tidak cairnya sertifikasi tahun ini dikarenan ada
merah merahnya karena cek lock. Meskipun guru lain sudah memberi tahu bahwa si
istri adalah paling disilpin berangkat duluan sebelum guru –guru yang lain
berangkat. Setiap paginya harus merapikan kelas sendiri, sebelum ditempati
murid dan orang tuanya. Dia ceritakan
saat itu alat cek lock sore dibawa guru lain, sehingga melebihi btas jam sampai
disekolahan. Faktor lain karena guru PAUD/ RA selesai mengajar pagi, terkadang
siang atau sore lupa untuk cek lock.
Maaf dalam tulisan ini, saya hanya bertujuan untuk memberi
dukungan untuk selalu semangat serta
keikhlasan kita dalam mengamalkan ilmu kita. Kepada anak-anak sebagai generasi
penerus bangsa Indonesia
kita tercinta ini. MARI BERJUANG, SEMANGAT
mengisi kemerdekaan ini dengan hal – hal yang bermafaat untuk orang lain
serta Negara.
Insya Allah, Allah pasti akan membalas dengan ganjaran yang
setimpal, semasa di dunia maupun di
akhirat kelak. Keikhlasan itu sangat-sangat penting karena dari ikhlasnya guru
yang mengajar, maka anak-anak didik mendapat ilmu yang berkah. Ilmu yang berkah
inilah yang akan melahirkan anak-anak yang mampu menjadi pelapis muda yang
berilmu, beriman dan bertaqwa.
Justeru, guru-guru perlu sentiasa mendidik jiwa, membetulkan
niat dan mengikhlaskan segala pengajaran dan pengorbanan yang kita lakukan.
Guru-guru juga harus menyadari bahawa selain bertanggungjawab mengajar dan
mendidik, guru juga mengemban amanah
yang berat kerana mereka turut berperanan menbentuk akhlak serta jati diri anak
didik. Guru mempunyai kelebihan dari aspek pengetahuan ilmu psikologi
kanak-kanak dan kepakaran mengajar.
Rasulullah SAW sejak awal sudah mencontohkan dalam
mengimplementasikan kaedah pendidikan yang tepat di mana strategi pengajaran
dan pembelajaran yang baginda lakukan memerhatikan situasi, kondisi dan
karakter seseorang itu, sehingga nilai-nilai murni dapat ditanam dan dijelmakan
dengan baik dalam diri anak didik.
Kami penuh yakin dengan kewibawaan guru-guru dalam
mempersiapkan diri anak didik agar menjadi insan yang cekal dan berupaya
mengharungi tuntutan dan perubahan arus globalisasi dan penuh cobaran ini.
Akhirnya, kami sekali lagi menyeru kepada semua guru supaya
membulatkan tekad dan menguatkan azam/keinginan untuk sama-sama membantu
meningkatkan dan melahirkan anak-anak yang cemerlang dalam bidang agama dan pendidikan.
Adalah menjadi harapan saya, semua guru akan melaksanakan
tanggungjawab dengan penuh dedikasi dan amanah. Khas untuk guru-guru sekalian
dan semua yang bergelar guru…
Penulis :
Agiels sudarmaji, bukan seoarang guru. Tapi merasakan
bagaimana jadi seoarang guru.
Kamis, 27 Juli 2017
Lirik Saben Malam Jum'at
Sholli Wa Sallim daa iman alah mada 2x
Wal Ali Wal Askhaa biman kod waakhada 2x
Saben malam jum at, ahli kubur mulih nang omah
Kanggo njaluk dungo, wacan qur'an najan sak kalimat
Lamun ora dikirim, banjur bali brebes mili
Bali nang kuburan, mangku tangan tetangisan..
Sholli Wa Sallim daa iman alah mada 2x
Wal Ali Wal Askhaa biman kod waakhada 2x
Kebacut temenan ngger anak turunku
kue ora wirang podo mangan tinggalanku
lamun aku biso, bali ning alam ndunyo
Bakal tak ringkesi dunyoku sing isih ono...
Sholli Wa Sallim daa iman alah mada 2x
Wal Ali Wal Askhaa biman kod waakhada 2x
Wal Ali Wal Askhaa biman kod waakhada 2x
Saben malam jum at, ahli kubur mulih nang omah
Kanggo njaluk dungo, wacan qur'an najan sak kalimat
Lamun ora dikirim, banjur bali brebes mili
Bali nang kuburan, mangku tangan tetangisan..
Sholli Wa Sallim daa iman alah mada 2x
Wal Ali Wal Askhaa biman kod waakhada 2x
Kebacut temenan ngger anak turunku
kue ora wirang podo mangan tinggalanku
lamun aku biso, bali ning alam ndunyo
Bakal tak ringkesi dunyoku sing isih ono...
Sholli Wa Sallim daa iman alah mada 2x
Wal Ali Wal Askhaa biman kod waakhada 2x
Jumat, 31 Maret 2017
Biografi habib Luthfi Bin Yahya
Biografi Habib Luthfi Bin Yahya – Beliau lahir di Pekalongan, 10 November 1947 atau 27 Rajab tahun 1367 H. Beliau dilahirkan dari seorang syarifah bernama sayidah al Karimah as Syarifah Nur. Habib Luthfi bin Yahya ini memiliki jabatan organisasi sebagai Ketua Umum MUI di Jawa Tengah, sebagai anggota Syuriyah PBNU, dan merupakan Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah. Pendidikan pertama beliau didapatkan dari ayahanda tercinta yaitu al Habib al Hafidz ‘Ali al Ghalib. Setelah itu beliau belajar selama 3 tahun di Madrasah Salafiah.
Biografi Habib Luthfi Bin Yahya pekalogan, Biografi Habib Luthfi Bin Yahya riwayat hidup, Biografi Habib Luthfi Bin Yahya kegiatan sehri-hari, Biografi Habib Luthfi Bin Yahya dan foto mudanya
Biografi Habib Luthfi Bin Yahya
Tahun 1959 M, beliau melanjutkan sekolahnya di sebuah pondok pesantren Benda Kerep, Cirebon. Selanjutnya ke Indramayu, Purwokerto, kemudian Tegal. Setelah itu bel
aiu melanjutkan ke Mekah, Madinah dan negara-negara lainnya. Dari para ulama-ulama besar , wali-wali Allah, serta guru-guru agama lah Beliau mendapatkan ilmu-ilmu agama, seperti ilmu syari’ah, tasawuf, dan thariqah dan tasawuf.
Dari para guru tersebut Beliau mendapatkan ijazah Khas (khusus) dan ijazah ‘Am (umum) dalam bidang Da’wah dan nasyru syari’ah atau menyebarkan syari’ah, kitab-kitab tauhid, kitab-kitab hadits, kitab-kitab shalawat, tashawuf, sanad, thariqah, kitab thariqah, riwayat, bacaan-bacaan aurad, tafsir, dirayat, nahwu, tashwuf, nasab, hizib-hizib, sanad-sanadnya, dan kitab-kitab kedokteran. Selain itu Beliau juga mendapatkan ijazah untuk membai’at.
Biografi Habib Luthfi Bin Yahya pekalogan, Biografi Habib Luthfi Bin Yahya riwayat hidup, Biografi Habib Luthfi Bin Yahya kegiatan sehri-hari, Biografi Habib Luthfi Bin Yahya profil ulama
Habib Lutfhi aktif diberbagai macam kegiatan, seperti Pengajian Thariqah setiap jum’at Kliwon pagi, Pengajian Ihya Ulumidin setiap Selasa malam, Pengajian Fath Qarib setiap Rabu pagi yang dikhususkan bagi ibu-ibu, Pengajian Ahad pagi dan pengajian thariqah yang juga dikhususkan bagi ibu-ibu, Pengajian setiap bulan Ramadhan yang diperuntukkan santri Aliyah, Da’wah ilallah diberbagai kawasan di Nusantara, Rangakain Maulid Kanzus di kota Pekalongan dan daerah-daerah sekitarnya, dan masih banyak kegiatan-kegiatan lainnya.
Kai Karismatik dari Pekalongan ini disebut-sebut memiliki hobi yang nyentrik, yaitu gemar bermain organ dan menikmati musik-musik klasik karya Mozart dan Beethoven. Hobi semacam itu mungkin tidak aneh bila dimiliki oleh “orang biasa”.
Tapi hobi semacam ini dimiliki oleh Habib Luthfi yang merupakan seorang ahli thariqat yaitu sebuah ajaran menuju ke-esa-an Tuhan, menjabat ketua MUI di Jawa Tengah, dan Ahli thariqat NU. Tentu ini terdengar sangat menakjubkan. Padahal ada sejumlah kaum muslim yang mengharamkan untuk menikmati musik, telebih lagi musik-musik atau lagu-lagu Barat. Habib yang satu ini memang sangat nyentrik sekali.
habib lutfi, habib luthfi bin yahya, habib luthfi, habib lutfi bin yahya, habib lutfi pekalongan, biografi habib lutfi, biografi habib luthfi, biografi habib luthfi bin yahya, foto habib lutfi, silsilah habib lutfi bin yahya
Secangkir hikmah bersama Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya
Dari sowan kepada Al- Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan*28 Maret 2017.
bersama Radio Nuansa Fm Bojonegoro.
Kalau ingin cepat terkabul hajatnya kuncinya yg LOMAN / Dermawan
Jaga aqidah ahlus sunah wal jama'ah, yg diwadahi di NU, dulu mbah Hasyim Asy'ari
sebelum mendirikan NU terkebih dahulu sowan kepada Habib Hasyim bin umar bin
Yahya ( kakek Habib Luthfi), & kpd Syaikhona Kholil Bangkalan, setelah kedua ulama
tsb memberikan isyarah utk " Terus" maka Mbah Hasyim Asy'ari kemudian
mewujudkannya bersama sahabat2 beliau
Artinya NU penuh dgn isyarah2 baik dari ulama2 besar.
Kalau hadiah fatihah jgn lupa menyebut ulama2 NU yg telah wafat terutama para
pendirinya
Hadiah Fatihah itu kalau bisa ditafshil ( sebut namanya satu, satu, jgn diglobal.
Kalau ada tokoh lain daerah yg wafat, bacakan tahlil & Ajak orang2 walaupun hanya 10
atau 15 menit, utk kerukunan , kebersaman & persatuan kita.
Budaya NU jgn sampe luntur, Tahlil, Manaqib, maulid dll, lewat acara2 tsb kita
menyatukan umat, & supaya terus tersambung dgn guru2 kita, inilah yg dilakukan para
sesepuh
( membuat pandai umat itu lebih mudah daripada menyatukan mereka)
mhn maaf apabila ada kesalahan
smg bermanfaat. Aamiin,
intisari petuah yang disampaikan kepada kami se-rombongan.
(Ust. Ach. Ruhani)
Kamis, 20 Oktober 2016
Catatan Untuk Na’im.
Catatan Untuk Na’im.
Na’im, adalah teman sekaligus menjadi sahabat saya. Dia kreatif ketika masih kondisi normal/biasa-biasa saja dalam arti layak dan pinter seperti pemuda pada umumnya. Bahrun na’im 33 th nama lengkapnya. Dia anak bungsu dari dua bersaudara, Yakni Abd. Rohim, 45th. kakaknya, yang bernasib sama. Yaitu sama – sama keterbelakangan mental. Naim, panggilanya, yang berwajah ganteng, lembut. Sedang kakaknya Abd. Rohim berpawakan gagah badanya kekar. Namun dua bersaudara ini sekarang sudah tidak lagi seperti dulu,
Naim kini jadi seorang pemuda yang hanya berdiam diri dirumah yang kondisi rumah saat ini sudah rapuh dan tidak terawat lagi, karena pada tahun 2012 yang lalu terkena gangguan mental yang sampai saat ini belum bisa disembuhkan. Saya pun sudah sering melakukan sesuatu yang bisa memulihkan ingatan, namun belum berhasil juga. Sedang kakaknya Abd. Rohim dalam keseharianya hanya bisa menelusuri jalan berpaping, yang sudah tidak lagi memperdulikan hujan, dingin dan teriknya panas kota Bojonegoro.
Kedua pemuda ini sebelumnya adalah anak yang kreatif. Naim yang pendiam, ramah, rajin dan murah senyum, polos yang berprofesi sebagai tukang ukir khas jepara, bahkan buah karyanya sampai Bali dan sepengetahuan saya, karyanya sampai pernah dikirim ke luar negeri. Sedangkanya Abd. Rohim kakaknya, dulu pernah sebagai tukang penjual manisan, pengamen di bis jurusan Bojonegoro – Surabaya. Dia mempunyai anak satu perempuan, namun sekarang sudah tidak jelas keberadaan anak dan istrinya tersebut.
Rohim pernah mengalami goncangan jiwa semenjak bercita-cita menjadi tentara namun gagal. Sehingga membuat keadaanya seperti sekarang.
Dalam keseharian mereka berdua ditemani seoarang Ibu yang bernama “ Maemunah” 67 th, beliau dulu sekira tahun 7oan berprofesi sebagai tukang rias pengantin jawa kuno, semenjak saya masih kecil kurang lebih 40 tahun yang lalu.
Si ibu lah yang sampai saat ini menghidupi ke dua anak tersebut. Meskipun saat ini tidak ada
pekerjaan tetap, dia tidak mempunyai sawah atau ladang. Dalam mencukupi kebutuhanya, si Ibu tidak pernah meminta, tapi masih selalu berusaha dengan mencari gedebong pisang yang dikeringkan untuk dibuat tampar lalu dijual, untuk bisa bertahan, apalagi masih dibebani dua anaknya yang belum bisa membahagiaanya sampai saat ini. Si Ibu sudah mulai renta, berbadan kurus yang harus menanggung beban hidup sendiri semenjak ditinggal suaminya kurang lebih 15 th silam. ahirnya si ibu harus tinggal menyendiri di (empokan) belakang rumah saudaranya dia bawah pohon bambu yang mengelilingi rumah tersebut. saudaranya tersebut juga seoarang janda yang sudah tua. Namun kehidupannya masih terjamin karena mempunyai tiga anak laki-laki yang masih perduli dengan nenek tersebut. Beda dengan kondisi Ibu Maemonah saat ini.
Meskipun di era sekarang setiap sudut jalan desa, rumah semuanya sudah terang, namun dalam keseharianya naim ini hidup selalu dalam gelap. Pernah dahulu dipasang listrik untuk menerangi rumahnya, tapi semuanya diambilnya memakai tangan meskipun kabel-kabel masih teraliri listrik. karena saat tersebut ia dalam kondisi tidak stabil. Naim dan kakaknya tersebut disebabkan karena cita-cita belum tercapai sehingga menjadi stres tersebut. Kalau Na'im, meskipun dalam kondisi stres dia tetap melakukan kewajibanya sebagai seorang muslim, sembahyang, puasa dan ke masjid tiap hari jum'at.
Senin, 11 Juli 2016
HUBUNGAN ORANG TUA DENGAN ANAK - ANAKNYA
RENUNGAN PAGI
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
(Insya Allah baik utk anak2 kita maupun utk kita sendiri )
Anak-anakku.
Ada kehawatiran besar setiap orang tua:
di saat tua,
di saat daya melemah,
di saat anak-anak semakin sibuk.
Kesenjangan
diawali dari merenggangnya komunikasi...,
terjadinya perbedaan alam pikir yg menjauh...,
dan sulitnya saling memahami,
yg mungkin sekarang belum terbayang oleh kalian semua..
tapi itu akan terjadi...!!!
Kelak ... pada saatnya kami hanya bisa berdoa dan berlinang air mata.
mengiringi semua kekhawatiran yg menyelimuti hati kami.
Yang kami khawatirkan adalah keselamatan kalian, juga syakaratul maut kami.
"Akan adakah anak-anak tercinta menggumamkan kalimat Talkin mengiringi perjalanan kami pulang ke haribaan-Nya
saat syakaratul maut" ??
Saat ini kami sangat ingin
komunikasi antara kita berjalan mesra..., ramah.., penuh rasa rindu...& canda ria.
Kami berharap komunikasi kita membuat kita saling paham memahami.
Memang kebersamaan kita hanya sebentar.
Hanya ±30 tahunan,
Sisanya kalian akan bersama Insya Allah dengan pasangan kalian masing2 sampai akhir hayat kalian.
Rasanya sangat sebentar,
belum cukup kita berbagi rasa dalam waktu 30 tahunan itu.
Tapi mudah2an komunikasi yg kita bangun sekarang ini bisa memperpanjang kebersamaan rohani kita & mengecilkan rasa khawatir yg selalu ada di hati kami.
Anak-anakku ......
Jaga Shalat kalian,
Jaga Shodaqoh kalian,
Selalu Berbuat Baik,
Jangan pernah letih & malas untuk mendekatkan diri kpd Allah Swt
Berdoa lah selalu utk orang tuamu setiap selesai shalat....
Allahummaghfirlii waliwalidayya war hamhuma kama robbayanii shaghiro 3x
Berbuatlah yg bisa membuat Orang Tua kalian berbahagia di Alam Barzah dan Akhirat kelak...Aamiin.
Kami titipkan masa depan Akhirat kami kepada Akhlaq Mulia kalian.
Maha Suci Allah Swt
Aamiin yaa Rabbal Aalamiin.
Copas status Yai Mahsun/Gus Syarifuddin
Anak-anakku.
Ada kehawatiran besar setiap orang tua:
di saat tua,
di saat daya melemah,
di saat anak-anak semakin sibuk.
Kesenjangan
diawali dari merenggangnya komunikasi...,
terjadinya perbedaan alam pikir yg menjauh...,
dan sulitnya saling memahami,
yg mungkin sekarang belum terbayang oleh kalian semua..
tapi itu akan terjadi...!!!
Kelak ... pada saatnya kami hanya bisa berdoa dan berlinang air mata.
mengiringi semua kekhawatiran yg menyelimuti hati kami.
Yang kami khawatirkan adalah keselamatan kalian, juga syakaratul maut kami.
"Akan adakah anak-anak tercinta menggumamkan kalimat Talkin mengiringi perjalanan kami pulang ke haribaan-Nya
saat syakaratul maut" ??
Saat ini kami sangat ingin
komunikasi antara kita berjalan mesra..., ramah.., penuh rasa rindu...& canda ria.
Kami berharap komunikasi kita membuat kita saling paham memahami.
Memang kebersamaan kita hanya sebentar.
Hanya ±30 tahunan,
Sisanya kalian akan bersama Insya Allah dengan pasangan kalian masing2 sampai akhir hayat kalian.
Rasanya sangat sebentar,
belum cukup kita berbagi rasa dalam waktu 30 tahunan itu.
Tapi mudah2an komunikasi yg kita bangun sekarang ini bisa memperpanjang kebersamaan rohani kita & mengecilkan rasa khawatir yg selalu ada di hati kami.
Anak-anakku ......
Jaga Shalat kalian,
Jaga Shodaqoh kalian,
Selalu Berbuat Baik,
Jangan pernah letih & malas untuk mendekatkan diri kpd Allah Swt
Berdoa lah selalu utk orang tuamu setiap selesai shalat....
Allahummaghfirlii waliwalidayya war hamhuma kama robbayanii shaghiro 3x
Berbuatlah yg bisa membuat Orang Tua kalian berbahagia di Alam Barzah dan Akhirat kelak...Aamiin.
Kami titipkan masa depan Akhirat kami kepada Akhlaq Mulia kalian.
Maha Suci Allah Swt
Aamiin yaa Rabbal Aalamiin.
Copas status Yai Mahsun/Gus Syarifuddin
Minggu, 06 Maret 2016
Dia datang meskipun tak di undang,,
Tapi maaf, aku blm bisa merawatmu, sperti yang kau inginkan...
Terkadang aku merasa sedih, saat melihatmu kurus, seperti penyakitan..
Meskipun adikku seorang mantri dan bidan..
Tapi dia kurang tau tentang penyakit hewan,,
Padahal pagi, siang, malam, slalu ku beri makan,
Aku tdak tega jika harus membuangmu dijalanan,,
Seperti yang mereka lakukan,,
Meskipun kau bukan seperti mereka, yang diperjual belikan,,,
yang punya paras cantik & menawan...
Dia merawat sambil mencari keuntungan,,
Namun, ku tetap sayang,, pada kalian..
Yang kecil2 kuberi nama VIDI, VINi, VISI,
Maaf !! Mungkin nama pembca ada yg menyerupai...
Neneknya kuberi nama Lamsiyati...
Mereka selalu mengerti, seakan tau isi hati, yg punyai..
Sering mereka menyertai, seperti mengantar dan menjemput kala ku pergi...
Ada 7 ekor kucingku saat ini...
Yang 2 mungkin lagi tidur kali...
Yuuk!!!....
Yang punya kucing, jangan meyakiti,,
meski terkadang menyebalkan ati,,
kala pipis dan ngleuarin........
#kita sayangi yang ada dibumi..
Setidaknya masih ada tempat untuk berbagi..
Jumat, 10 Juli 2015
Tragedi Kang Prabu
Oleh : Agiels Sudarmaji.
Edisi ini saya akan menulis tentang musibah yang menimpa Kang Prabu , Namun saya menulis dengan versi saya sendiri, bukan saya kemas seperti pemberitaan di media cetak atau elektronik yang lain, yang terkadang beritanya berbeda - beda.
Allah tidak akan member ikan ujian atau cobaan diluar kemampuan hambanya. Seperti yang sudah tertulis dalam Al-Qur’an : Bismillaahirrohmaanirrohiim.
"Laa Yukallifullooha Nafsan Illa Wus ‘ahaa..”
yang artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan Sesuai dengan kesanggupanya
( Al-Baqoroh: 286 ) Dalam ayat ini dijelaskan, bahwasanya apapun cobaannya, apapun ujiannya, apapun kejadiannya, Semua itu diberikan berdasarkan ukuran kemampuan hambanya. Allah tidak akan memberikan cobaan dan ujian yang besar dan melebihi kemampuan hambanya melainkan hanya yang mampu dilalui hambanya, sebagaimana firman Allah tersebut. Akan tetapi, semua itu tergantung bagaimana cara hamba Allah menghadapinya. Jika cobaan dan ujian itu dihadapi dengan emosional, tempramen, dan penuh kemarahan (tanpa ketaatan kepada Allah), niscaya cobaan dan ujian itu akan terasa berat dan sangat sulit dalam menjalaninya. Dan jika cobaan serta ujian itu dihadapi dan diselesaikan dengan penuh ikhlas dan ketaatan kepada Allah, maka kemudahan dan kelapanganlah yang kita dapatkan dalam menghadapinya. Sebagai pengingat saya sendiri, dari penjelasan diatas, dapat kita lihat bahwa cobaan dan ujian akan terasa berat tanpa ketaatan kepada Allah.
Insya Allah dalam menyikapi musibah ini Kang Prabu atau Mas Prapto ( nama aslinya), bisa menyikapi dengan tenang sabar, seperti figure Kang Prabu yang selalu menda’wahkan tentang keikhlasan dan kesabaran. Meskipun pada awal berdakwah terkadang menuai pro dan kontra. Namun ternyata setelah melejit namanya sebagai penyiar dan pendakwah, ahirnya Kang Prabu bisa diterima di Masyarakat sebagai sosok penyiar sekaligus pendakwah yang terkenal untuk skala Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya, dengan rating fans terbanyak. Karena dalam kemasan gaya bahasa bojonegoran yang khas itulah dalam siaran Kang Prabu semakin dikenal.
Hari Jum’at, 10 Juli 2015, bertepatan dengan bulan puasa ramadhan 1436 H hari ke 23, yang mana Mobil Taft putih yang dikendarai Kang Prabu menabrak trotoar dan menghantam seorang pedagang es degan sampai tewas. Dalam pemberitaan media diduga, kecelakaan lalu lintas tunggal itu terjadi karena Kang Prabu/ sopir mengantuk.Bersamaan itu pula saya datang dilokasi, namun Kang Prabu sudah dibawa ke kantor satlantas untuk proses lebih jauh.
Kasatlantas Polres Bojonegoro, AKP Anggi Saputra Ibrahim saat saya temui mengatakan seperti video diatas. Akibat kecelakaan itu, pedagang es degan, Heri Eko Sasmito meninggal saat akan dibawa ke rumah sakit. Sedangkan mobil Kang Prabu bernopol S 1067 AK yang terguling di tengah jalan juga sudah dibetulkan bersama warga dan simpatisan lain yang mendengar bahwa kang Prabu mengalami kecelakaan. Sementara itu, Kang Prabu langsung berada di Ponpes Ar Rahmat Jl. Untung Suropati Bojonegoro untuk menenangkan diri. Kebetulan lokasi kejadian depan PonPes tersebut. Guna pemeriksaan lebih lanjut, kendaraan segera dievakuasi dan Kang Prabu di bawa ke kantor Sat Lantas Polres Bojonegoro.
Nah, kalo saya sendiri menafsiri bahwa semua yang terjadi adalah wujud kasih sayang Allah kepada hambanya. Apapun versinya hanya Allah yang mengerti dibalik semua yang dikehendakiNya, baik kepada Kang Prabu atau si korban dan keluarganya. Terkadang kita merencanakan sesatu yang kita anggap itu baik bagi kita, ternyata Allah mentaqdirkan lain, Sebaliknya, terkadang yang tidak kita rencanakan sebelumnya, Allah memberikan lain dari kehendak kita.
Sahabat,, apapun yang terjadi pada kehidupan kita, baik manis atau pun pahit, enak atau pun tidak enak yang kita rasa, mari kita terima dengan lapang dada dan ikhlas tawakkal, kita serahkan semuanya kepada Allah SWT. Semoga Ramadhan bulan ini semakin menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT, Aamiin. Walloohu A’lam. *** Agiels.
Sabtu, 02 Mei 2015
Untuk Penyiar Radio Pemula
Untuk Penyiar Radio Pemula
Oleh : Agiels Sudarmaji - otodidak
Salam silaturrahiim bagi bagi pecinta broadcasting. Sedikit
saya berbagi ilmu tentang pola siarang radio, terutama bagi pemula yang masih
awam tentang penyiaran dan gaya
siar radio. Semoga bermanfaat.To The Point, Bagi seorang penyiar radio
professional akan memmperhatikan beberapa hal yang wajib dilakukan sebelum
melakukan siaran. Karena perlu diketahui satu kata akan didengarkan ribuan
pendengar, baik pendengar radio aktif, pasif, serta orang radio yang sudah sesuatu hal yang sangat vital, itupun akan sangat
berpengaruh terhadap citra radio itu sendiri.
Bagi seorang pemula, sebelum
melakukan siaran harus konfirmasi terhadap kepala yang membidangi dalam radio
tersebut, karena didalam siaran dituntut untuk professional. Kecuali radio
tersebut radio mainan/amatiran yang
dibuat belajar. Karena dalam sebuah siaran baik televise radio/yang sudah
mengudara tidak ada istilah penyiar itu belajar.
berpengalaman. Karena walau bagaimanapun kemasan acara atau gaya penyiaran akan
berpengaruh dengan citra radio itu sendiri.
Langkah – langkah
sebelum siaran
Disaat akan melakukan
siaran, penyiar harus menyiapkan materi yang akan disiarkan dengan matang. Bagi
pembaca berita /pemateri.
Wajib datang sebelum
jam acara yang ditenyukan. Minimal 15 menit.
Penyiar undur diri/pamit 5 menit minimal sebelum titik 0 (
untuk acara kajian dan dialog interaktif ), 10 menit ( untuk acara request )
karena ada jeda lagu dan iklan.
Istiqomah, tepat
waktu. harus menghubungi penyiar lain
jika ada halangan dijalan /telat datang.
Seorang penyiar wajib taat terhadap aturan siaran yang
ditentukan oleh kepala yang membidangi penyiaran.
Menggunakan bahasa yang baik, benar, sopan.
Penyiar kajian/pemateri tidak diperkanankan membunyikan HP
apalgi menerima Telp pribadi. Hal tersebut akan lebih fatal jika menerima
telpon disaat siaran. Kecuali acara request. Berpengaruh terhadap karakter kita
dan radio.
Vokus didepan microphone, dalam menyapa pendengar.
Penyiar tidak diperbolehkan mengotak-atik mixer yang sudah
di stel petugas.
**. Menghadirkan
selingan lagu yang sopan sesuai dengan radio (komunitas kita)
1. Penyiar dilarang
berbicara dengan orang lain, kecuali saat lagu diputar, serta wajib
mematikan tombol
mix. ( biasanya penyiar seringa lalai hal tersebut)
2. Menyimpang disaat
memberikan materi tidak diperbolehkan.
3. konsultasikan
kepada penanggung jawab siar, jika terjadi kerancauan dalam melakukan
siaran, dalam arti
ada perangkat lain yang tidak berfungsi.
4. Bisa membawa
diri. Artinya disaat melakukan siaran, apapun permasalahan yang terjadi diluar,
urusan
pribadi/ rumah tangga tidak boleh berpengaruh pada pola siaran kita.
5. Wajib konfirmasi
jika berhalangan hadir, minimal 1 jam.
Sedikit tulisan saya semoga bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)






